Fajarasia.id — Anggota Komisi IV DPR RI Firman Soebagyo menekankan pentingnya perubahan pola penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Lampung. Ia mendorong agar strategi pengendalian lebih mengutamakan pencegahan dan deteksi dini, bukan sekadar pemadaman setelah kebakaran terjadi.
“Prinsipnya harus kita balik. Jangan padam setelah terjadi, tapi cegah duluan. Karena mencegah itu jauh lebih murah, lebih cepat, dan menyelamatkan nyawa satwa serta manusia,” ujar Firman dalam keterangan tertulis, Sabtu (5/9).
Way Kambas merupakan kawasan konservasi penting yang menjadi habitat gajah, badak Sumatera, dan harimau Sumatera. Firman menilai sistem pengendalian karhutla harus mampu melindungi satwa dilindungi sekaligus masyarakat sekitar. Ia menekankan tiga langkah utama: mencegah kebakaran sejak awal, mendeteksi titik api dengan cepat, dan mengerahkan kekuatan bersama saat kebakaran terjadi.
Untuk memperkuat pencegahan, Firman mendorong edukasi masyarakat di desa penyangga serta pemanfaatan teknologi seperti kamera pemantau dan drone. Ia juga menekankan perlunya kesiapan jalur evakuasi satwa, embung air di zona inti, serta SOP penyelamatan satwa. “Way Kambas ini ASEAN Heritage Park. Kalau terbakar, kita kehilangan warisan dunia. Negara wajib hadir penuh di sini,” tegasnya.
Firman memastikan Komisi IV DPR RI akan mengawal penguatan sarana dan prasarana pencegahan serta deteksi dini karhutla di TNWK melalui pembahasan anggaran. Dukungan ini diharapkan membuat pengendalian karhutla lebih proaktif dan berkesinambungan.****





