Fajarasia.id — Sebanyak 34 santri Pondok Pesantren Manba’ul Hikam, Sidoarjo, Jawa Timur, masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Islam (RSI) Siti Hajar akibat dugaan keracunan makanan bergizi gratis (MBG). Bupati Sidoarjo Subandi memastikan kondisi mereka berangsur membaik.
“Tinggal 34 santri yang masih dirawat di RSI Siti Hajar. Semua sudah dalam keadaan membaik dan sehat,” ujar Subandi usai menjenguk korban, Kamis (3/9). Ia menambahkan, para santri diperkirakan dapat kembali ke rumah masing-masing pada esok hari.
Sebelumnya, lima santri terakhir yang dirawat di RSUD Notopuro Sidoarjo telah dipulangkan pada Rabu sore. Dengan demikian, seluruh korban kini hanya tersisa di RSI Siti Hajar.
Peristiwa dugaan keracunan yang terjadi pada Selasa (1/9) menimpa sedikitnya 566 santri dengan gejala mual, sakit perut, dan lemas. Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak menyebut kasus serupa juga terjadi di 18 lembaga pendidikan lain di Sidoarjo setelah menyantap menu dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tanggulangin Kali Tengah.
Sebagai tindak lanjut, Badan Gizi Nasional (BGN) telah menerbitkan surat penghentian sementara terhadap operasional SPPG terkait. Wakil Koordinator BGN Regional Jawa Timur, Teguh Bayu Wibowo, menegaskan pihaknya masih menunggu hasil uji laboratorium atas sampel makanan, yang diperkirakan selesai dalam waktu satu minggu.***





