Ekonomi RI Tumbuh 5,2 Persen, Malaysia 4,9 Persen

Ekonomi RI Tumbuh 5,2 Persen, Malaysia 4,9 Persen

Fajarasia.id — Ekonomi Indonesia diproyeksikan tumbuh 5,2 persen pada 2026. Angka tersebut menempatkan Indonesia di bawah Vietnam, tetapi masih berada di atas Malaysia dalam proyeksi pertumbuhan ekonomi negara-negara Asia Tenggara.

Proyeksi tersebut tercantum dalam Asian Development Outlook (ADO) September 2026 yang dirilis Asian Development Bank (ADB) pada Rabu (23/9/2026). ADB mempertahankan proyeksi pertumbuhan Indonesia pada 5,2 persen untuk tahun ini.

Vietnam menjadi negara dengan proyeksi pertumbuhan tertinggi di kawasan, yakni 7,8 persen. Sementara Malaysia diperkirakan tumbuh 4,9 persen pada 2026, naik dari proyeksi ADB sebelumnya sebesar 4,6 persen.

Dengan angka tersebut, Indonesia berada pada posisi kedua jika dibandingkan dengan negara-negara ASEAN dalam daftar proyeksi ADB yang mencakup Vietnam, Indonesia, Malaysia, Kamboja, Laos, Filipina, Thailand, Myanmar, Brunei Darussalam, dan Timor-Leste.

Pertumbuhan Asia Melambat

Secara keseluruhan, ADB memperkirakan ekonomi negara-negara berkembang di Asia dan Pasifik tumbuh 5 persen pada 2026. Angka itu sedikit lebih tinggi dibandingkan proyeksi Juli sebesar 4,9 persen, tetapi masih lebih rendah dibandingkan pertumbuhan 2025 yang mencapai 5,5 persen.

ADB memperkirakan pertumbuhan kawasan akan kembali meningkat menjadi 5,1 persen pada 2027.

Presiden ADB Masato Kanda mengatakan kawasan Asia dan Pasifik masih menunjukkan ketahanan meskipun menghadapi peningkatan risiko.

Sejumlah faktor masih menopang perekonomian kawasan, antara lain investasi swasta, stimulus pemerintah, serta ekspor teknologi yang mendapat dorongan dari siklus investasi global di bidang kecerdasan buatan atau AI.

Namun, ADB juga mengingatkan adanya sejumlah risiko yang dapat menekan pertumbuhan, terutama konflik geopolitik, tingginya harga energi dan pangan, serta dampak El Nino yang diperkirakan kuat.

Vietnam menjadi perhatian dalam proyeksi terbaru ADB. Pertumbuhan ekonominya untuk 2026 dinaikkan menjadi 7,8 persen dari perkiraan sebelumnya 7,2 persen.

ADB mengaitkan penguatan prospek Vietnam antara lain dengan ekspansi manufaktur, investasi asing langsung, sektor jasa yang tetap kuat, serta percepatan belanja infrastruktur.

Malaysia juga memperoleh revisi positif. Proyeksi pertumbuhan 2026 dinaikkan dari 4,6 persen menjadi 4,9 persen.

Penguatan tersebut antara lain ditopang siklus industri semikonduktor, investasi pusat data, dan program pembangunan infrastruktur.

Sementara itu, proyeksi pertumbuhan negara-negara ASEAN lainnya untuk 2026 adalah:

  • Vietnam: 7,8 persen
  • Indonesia: 5,2 persen
  • Malaysia: 4,9 persen
  • Laos: 4,0 persen
  • Timor-Leste: 4,0 persen
  • Kamboja: 3,9 persen
  • Filipina: 3,3 persen
  • Myanmar: 2,2 persen
  • Thailand: 2,0 persen
  • Brunei Darussalam: 1,2 persen

Angka tersebut menunjukkan perbedaan cukup lebar antara negara-negara di kawasan. Vietnam berada di level tertinggi, sedangkan Brunei Darussalam mencatat proyeksi terendah dalam daftar tersebut.

Untuk Indonesia, ADB mempertahankan proyeksi pertumbuhan ekonomi 2026 sebesar 5,2 persen. Proyeksi tersebut sama dengan yang tercantum dalam ADO Juli 2026.

Angka 5,2 persen juga sedikit lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2025 yang sebesar 5,1 persen berdasarkan angka yang digunakan dalam proyeksi ADB.

Di tingkat Asia, China diproyeksikan tumbuh 4,6 persen pada 2026, sedangkan India diperkirakan tumbuh 7 persen. Jepang diproyeksikan tumbuh 0,7 persen dan Korea Selatan 3,2 persen.

Dengan demikian, proyeksi terbaru ADB menunjukkan bahwa ekonomi Indonesia tetap berada di kelompok negara ASEAN dengan pertumbuhan relatif tinggi. Namun, laju pertumbuhan Indonesia masih berada di bawah Vietnam yang diproyeksikan tumbuh 7,8 persen pada 2026.****

Pos terkait