Trump Kurangi Latihan Militer, Korsel Antisipasi Skenario Terburuk

Trump Kurangi Latihan Militer, Korsel Antisipasi Skenario Terburuk

Fajarasia.id – Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung menegaskan negaranya harus bersiap menghadapi skenario terburuk setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump memerintahkan pengurangan signifikan latihan gabungan Seoul–Washington.

Dalam pernyataan resmi Selasa (18/8), Lee menekankan perdamaian tetap menjadi prioritas, namun kesiapan menghadapi kemungkinan terburuk tidak bisa diabaikan. Latihan tahunan Ulchi Freedom Shield disebut bersifat defensif dan dijadwalkan berlangsung hingga 27 Agustus dengan melibatkan 18.000 personel militer Korea Selatan.

Trump sebelumnya menilai latihan gabungan mengirimkan “sinyal bermusuhan” kepada Korea Utara. Ia juga menyinggung hubungan baiknya dengan Kim Jong Un, menggambarkan Pyongyang sebagai pihak yang “tidak mengancam dan penuh rasa hormat.”

Kementerian Luar Negeri Korea Utara menilai latihan tersebut sebagai persiapan konfrontasi militer berskala besar. Pyongyang berulang kali mengecam latihan gabungan sebagai kedok untuk invasi.

Menurut analis CSIS, Victor Cha, Trump kemungkinan memanfaatkan isu latihan militer untuk menarik perhatian Kim Jong Un dan membuka peluang pertemuan baru. Ia mengingatkan bahwa Trump pernah menangguhkan latihan serupa pada 2018 saat Washington dan Pyongyang bernegosiasi.****

Pos terkait