Fajarasia.id – Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul menegaskan komitmen kedua negara untuk memperkuat ketahanan dan stabilitas ASEAN di tengah meningkatnya tantangan geopolitik serta dinamika keamanan kawasan.
Komitmen tersebut disampaikan seusai pertemuan bilateral yang berlangsung di Istana Merdeka, Jakarta, Senin. Dalam pertemuan itu, kedua pemimpin membahas berbagai isu strategis yang mencakup hubungan bilateral, perkembangan kawasan, hingga situasi global.
Presiden Prabowo mengatakan Indonesia dan Thailand memiliki tanggung jawab besar sebagai dua negara pendiri ASEAN untuk menjaga perdamaian, keamanan, serta mendorong kemakmuran kawasan melalui kerja sama yang semakin erat.
Menurut Prabowo, kondisi global yang penuh ketidakpastian dan munculnya berbagai ancaman keamanan nontradisional menuntut negara-negara ASEAN memperkuat solidaritas dan kepemimpinan bersama.
“Indonesia dan Thailand harus terus memainkan peran kepemimpinan dalam memperkuat ketahanan dan relevansi ASEAN,” ujar Prabowo.
Selain membahas penguatan organisasi regional, kedua pemimpin juga menegaskan pentingnya menjaga persatuan serta sentralitas ASEAN sebagai pilar utama dalam menciptakan stabilitas di Asia Tenggara.
Dalam pembahasan mengenai Myanmar, Indonesia dan Thailand menyatakan dukungan terhadap upaya ASEAN untuk mempercepat implementasi Five-Point Consensus sebagai langkah penyelesaian krisis yang masih berlangsung.
Kedua negara sepakat mendorong dialog yang inklusif, penghentian kekerasan, serta memperluas akses bantuan kemanusiaan bagi masyarakat Myanmar. Menurut Prabowo, Indonesia dan Thailand akan terus berkoordinasi agar ASEAN dapat memainkan peran yang lebih efektif dalam mewujudkan perdamaian yang berkelanjutan di negara tersebut.
Pertemuan bilateral ini sekaligus menegaskan komitmen Indonesia dan Thailand untuk memperkuat posisi ASEAN sebagai kawasan yang solid, tangguh, dan mampu menghadapi berbagai tantangan global secara bersama-sama.****





