Fajarasia.id – Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) mengerahkan anjing pelacak K-9 untuk membantu pencarian korban gempa berkekuatan Magnitudo 7,7 yang mengguncang Pulau Flores, Sabtu (15/7). Unit K-9 dari Polsatsatwa diturunkan guna menelusuri kemungkinan korban tertimbun material bangunan.
Kapolda NTT, Irjen Rudi Darmoko, menyebutkan Polri juga mengerahkan satgas terpadu untuk memperkuat penanganan darurat di Nagekeo. “Polri hadir untuk memastikan masyarakat mendapatkan perlindungan sejak proses evakuasi, penanganan korban hingga tahapan pemulihan,” ujarnya.
Selain K-9, Korps Brimob menurunkan personel SAR untuk menyisir wilayah terdampak, termasuk lokasi sulit dijangkau. Tim medis dan dokter kepolisian mendirikan klinik lapangan, memberikan layanan darurat serta pendampingan psikologis bagi warga terdampak.
Di sisi lain, tim Disaster Victim Identification (DVI) disiapkan untuk mengidentifikasi korban meninggal secara ilmiah dan menghormati keluarga. Personel Satlantas turut melakukan rekayasa lalu lintas agar jalur evakuasi tetap terbuka.
Kapolda menegaskan, selain menyelamatkan masyarakat, Polri memastikan keamanan lingkungan tetap terjaga agar warga yang sedang dilanda musibah tidak menjadi korban tindak kejahatan.***





