Fajarasia.id – Mabes Polri memperkuat penanganan darurat pascagempa berkekuatan Magnitudo 7,7 yang mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8). Personel SAR Brimob, tim kesehatan, hingga Tim DVI dikerahkan untuk mendukung evakuasi dan penyelamatan korban.
Kadiv Humas Polri, Irjen Johnny Eddizon Isir, menegaskan keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama. “Polri hadir dan terus memberikan dukungan dalam proses penanganan, khususnya penyelamatan dan evakuasi masyarakat. Mabes Polri dan Polda NTT berkoordinasi intensif untuk memastikan seluruh kebutuhan di lapangan dapat didukung,” ujarnya.
Satu Satuan Setingkat Kompi (SSK) pasukan SAR Brimob dari Pasukan Pelopor diberangkatkan dengan peralatan lengkap. Selain itu, tim kesehatan, DVI, serta anjing pelacak (K9) disiapkan untuk membantu pencarian dan identifikasi korban. Dukungan juga datang dari Polda NTB, Bali, dan Jawa Timur, dengan kapal tipe A serta pesawat CN-295 Polri untuk mobilisasi logistik dan bantuan sosial.
Untuk mengatasi gangguan komunikasi, Polri mengirimkan 10 unit WiFi portable Wontech. Bantuan tahap pertama juga mencakup 10 set tenda pleton dan 240 dus makanan cepat saji. Isir mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh informasi hoaks terkait jumlah korban maupun isu tsunami susulan.
“Seluruh kekuatan kita siapkan untuk mempercepat proses pencarian, pertolongan, dan penanganan masyarakat terdampak. Keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama,” tegas Isir.
Sementara itu, BNPB memperbarui data korban gempa Flores. Hingga Sabtu siang, tercatat 14 orang meninggal dunia, dua luka berat, dan 11 luka ringan. Pendataan masih berlangsung di lapangan oleh BPBD bersama instansi terkait.***





