Fajarasia.id – Gubernur Nusa Tenggara Timur (Melki Laka Lena) menyatakan jumlah korban meninggal akibat gempa bumi yang mengguncang Pulau Flores, Sabtu (15/8), bertambah menjadi 33 orang. Selain itu, 23 orang dilaporkan mengalami luka-luka.
Melki menegaskan data tersebut masih bersifat sementara dan pendataan terus dilakukan. Dari total korban meninggal, tercatat tiga orang di Kabupaten Sikka, satu di Nagekeo, 14 di Manggarai, 14 di Manggarai Timur, serta satu di Manggarai Barat. Sementara korban luka terdiri atas enam orang di Sikka, 13 di Ende, dan empat di Manggarai.
“Kami terus memantau laporan terkait korban jiwa, luka-luka, maupun kerusakan yang terjadi. Data akan terus diperbarui,” ujarnya di Maumere.
Gubernur bersama Forkopimda NTT dan jajaran Pemkab Sikka melakukan pemantauan langsung ke lokasi terdampak untuk memastikan evakuasi, penanganan korban, pemenuhan kebutuhan pengungsi, serta pemulihan infrastruktur berjalan cepat dan terpadu.
Pemerintah daerah juga menangani kerusakan fasilitas umum, longsoran yang menutup sejumlah ruas jalan, serta gangguan listrik dan telekomunikasi. Melki menegaskan seluruh sumber daya pemerintah bersama TNI-Polri dikerahkan untuk mempercepat penanganan dan memastikan masyarakat terdampak memperoleh bantuan serta layanan dasar selama masa tanggap darurat.****





