Emas Jadi Kunci Kedaulatan Ekonomi Indonesia

Emas Jadi Kunci Kedaulatan Ekonomi Indonesia

Fajarasia.id  — Ketidakpastian ekonomi global mendorong Indonesia untuk terus memperkuat ketahanan ekonomi nasional. Salah satu langkah yang dinilai strategis adalah mengoptimalkan pengelolaan sumber daya mineral, khususnya emas.

Pengelolaan emas dari hulu hingga hilir dinilai dapat memberikan sejumlah manfaat bagi perekonomian, mulai dari memperkuat cadangan devisa, meningkatkan penerimaan negara, hingga mendorong tumbuhnya industri pengolahan di dalam negeri.

Indonesia sendiri memiliki potensi sumber daya emas yang besar dan tersebar di berbagai wilayah. Namun, potensi tersebut masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama dalam hal tata kelola, penyerapan produksi domestik, hilirisasi, serta pengembangan ekosistem perdagangan dan keuangan berbasis emas.

Pengamat Komoditas dan Mata Uang Lukman Leong mengatakan, tingginya harga emas dalam beberapa waktu terakhir dapat menjadi momentum bagi Indonesia untuk memperkuat industri emas nasional.

Indonesia diperkirakan memiliki cadangan emas sekitar 3.500 ton. Kondisi tersebut membuka peluang bagi Indonesia untuk meningkatkan perannya sebagai produsen sekaligus pusat pengolahan emas di kawasan.

Namun, Lukman menilai ambisi menjadikan Indonesia sebagai pusat perdagangan emas global seperti London, Dubai, Hong Kong, atau Shanghai masih menghadapi tantangan besar.

“Menjadi pusat perdagangan emas global membutuhkan likuiditas pasar yang dalam, ekosistem bullion yang matang, regulasi yang kompetitif, serta kepercayaan investor internasional. Semua itu memerlukan waktu dan komitmen jangka panjang,” ujar Lukman saat dihubungi Selasa (11/8/2026).

Menurut dia, target yang lebih realistis dalam jangka menengah adalah memperkuat posisi Indonesia dalam rantai nilai emas. Hal itu dapat dilakukan melalui hilirisasi, pengembangan bullion banking, serta perluasan pasar emas domestik.

Tantangan Ada di Hilir

Indonesia dinilai telah memiliki kemampuan penambangan dan pemurnian emas yang relatif baik. Karena itu, tantangan berikutnya bukan hanya meningkatkan produksi, tetapi membangun ekosistem hilir yang mampu menyerap dan memberikan nilai tambah terhadap emas yang dihasilkan.

Penguatan perdagangan bullion, bullion banking, produk investasi berbasis emas, hingga industri manufaktur yang menggunakan emas sebagai bahan baku menjadi sejumlah sektor yang dapat dikembangkan.

Selain itu, eksplorasi sumber daya baru juga perlu ditingkatkan untuk menjaga kesinambungan cadangan emas nasional. Kepastian regulasi dan integrasi rantai pasok dari sektor pertambangan hingga sistem keuangan juga menjadi faktor penting.

Lukman menilai pengembangan bullion bank dapat menjadi salah satu fondasi dalam membangun ekosistem emas nasional.

Lembaga tersebut dapat menyediakan berbagai layanan, seperti penyimpanan, perdagangan, pembiayaan, serta produk investasi berbasis emas. Dengan demikian, keberadaannya berpotensi meningkatkan likuiditas dan efisiensi pasar emas domestik.

Namun, industri bullion bank di Indonesia masih berada pada tahap awal. Pengembangannya membutuhkan waktu untuk membangun skala bisnis, likuiditas, serta kepercayaan masyarakat dan pelaku pasar.

“Keberhasilan pengembangan bullion bank akan sangat bergantung pada konsistensi regulasi, standar tata kelola dan penyimpanan yang kredibel, integrasi dengan industri emas nasional, serta edukasi masyarakat,” kata Lukman.

Hilirisasi Beri Nilai Tambah

Hilirisasi menjadi bagian penting dalam strategi pengelolaan emas nasional. Dengan meningkatkan kapasitas pengolahan dan pemanfaatan emas di dalam negeri, Indonesia berpeluang memperoleh nilai tambah yang lebih besar dibandingkan hanya menjual komoditas dalam bentuk mentah atau setengah jadi.

Penguatan industri hilir juga dapat membuka peluang investasi, menciptakan lapangan pekerjaan, meningkatkan ekspor, serta mendorong pertumbuhan industri manufaktur dan jasa keuangan yang berkaitan dengan emas.

Jika seluruh ekosistem tersebut dapat dibangun secara terintegrasi, Indonesia tidak hanya berperan sebagai negara penghasil emas, tetapi juga dapat meningkatkan posisi dalam rantai pasok emas global.

Pada akhirnya, pengelolaan sumber daya emas bukan semata-mata persoalan komoditas. Jika dilakukan dengan tata kelola yang kuat dan berkelanjutan, emas dapat menjadi salah satu instrumen untuk memperkuat ketahanan ekonomi, memperbesar nilai tambah domestik, sekaligus mendukung kedaulatan ekonomi Indonesia.****

Pos terkait