Fajarasia.id – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di kawasan Gunung Bromo, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, memasuki hari keenam pada Sabtu (8/8/2026) dan belum sepenuhnya teratasi. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengerahkan helikopter water bombing serta drone air untuk menjangkau titik api di medan ekstrem.
Pantauan petugas menunjukkan api masih terdeteksi di kawasan B29 Pusung Jantur, Desa Sariwani, Kecamatan Sukapura. Ratusan personel gabungan dari TNBTS, TNI, Polri, BPBD, dan relawan terus berjibaku lewat jalur darat, namun topografi curam dan jurang terjal menjadi hambatan utama.
“Untuk medan yang ekstrem dan sulit dijangkau tim darat, kami mengerahkan dua unit helikopter water bombing serta drone air untuk melakukan penyiraman langsung ke titik-titik api,” ujar Kalaksa BPBD Probolinggo Oemar Syarif.
Strategi pemadaman udara difokuskan pada area tebing dan kawasan B29 yang rawan merembet akibat tiupan angin kencang. Pembasahan intensif dilakukan agar bara api baru tidak kembali muncul dari vegetasi kering.
Pemerintah daerah bersama BNPB berharap kombinasi pemadaman darat dan udara dapat mempercepat penjinakan api, sehingga ekosistem kawasan wisata Gunung Bromo segera terselamatkan.****





