Fajarasia.id — Kementerian Keuangan menegaskan strategi penerbitan surat berharga negara (SBN) untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan hingga akhir tahun tetap berjalan sesuai rencana. Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko, Suminto, menyampaikan hal itu dalam forum APBN KiTA, Jumat (18/9/2026).
“Untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan hingga akhir tahun, dari sisi instrumen mix kami masih sesuai dengan strategi di lelang SUN dan SBSN setiap hari Selasa, tetap seperti biasa,” ujarnya.
Strategi tersebut diarahkan untuk menjaga outlook defisit APBN 2026 sebesar 2,85 persen. Pemerintah memastikan tidak ada tambahan penerbitan melalui lelang besar yang berisiko menambah supply SBN dan berpotensi meningkatkan yield.
“Supply risk penerbitan SBN domestik akan tetap kami jaga. Artinya tidak akan ada tambahan penerbitan melalui lelang yang lebih besar,” terang Suminto.
Dengan strategi yang konsisten, pemerintah berharap imbal hasil SBN tetap terjaga. “Dengan strategi yang on track, kami harapkan kami tetap dapat menjaga level timbal hasil dari SBN kita,” tambahnya.****





