Kolonel Fuad Ungkap Pengalaman Kawal Kapal Induk di Laut Merah

Kolonel Fuad Ungkap Pengalaman Kawal Kapal Induk di Laut Merah

Fajarasia.id — Kolonel Laut (P) Fuad Hasan membagikan pengalamannya saat mengawaki kapal induk Italia Giuseppe Garibaldi dalam pelayaran menuju Indonesia. Dalam perjalanan tersebut, Fuad bersama personel Angkatan Laut Italia harus melintasi sejumlah perairan yang masih menghadapi persoalan keamanan maritim.

Giuseppe Garibaldi bertolak dari Italia pada 24 Agustus 2026. Kapal itu kemudian melewati Laut Merah, Selat Bab el-Mandeb, dan Teluk Aden sebelum melanjutkan perjalanan menuju Indonesia.

Fuad mengatakan, ketiga kawasan tersebut menjadi perhatian dari sisi keamanan selama pelayaran.

“Terkait melewati Timur Tengah, sebagai kita ketahui bersama bahwa di Laut Merah masih menjadi concern terkait dengan security issue,” ujar Fuad saat ditemui di depan Giuseppe Garibaldi yang bersandar di Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (18/9).

Menurut Fuad, Laut Merah, Selat Bab el-Mandeb, dan Teluk Aden merupakan wilayah yang perlu mendapat perhatian dalam aspek keamanan maritim.

“Tiga perairan ini yang menjadi concern di bidang security maritime,” katanya.

Untuk meningkatkan keamanan selama melewati kawasan tersebut, Giuseppe Garibaldi mendapat pengawalan kapal perang negara-negara Eropa yang tergabung dalam EUNAVFOR ASPIDES.

Operasi tersebut merupakan misi keamanan maritim Uni Eropa yang salah satu kegiatannya memberikan pengawalan bagi kapal-kapal niaga Eropa yang melintasi kawasan Laut Merah dan perairan sekitarnya.

“Jadi Aspides operation itu melaksanakan pengawalan kapal-kapal merchant ship yang dimiliki oleh negara-negara Eropa pada saat melewati ketiga perairan tersebut,” ujar Fuad.

Dua kapal perang yang mengawal Giuseppe Garibaldi dalam perjalanan itu adalah Italian Ship (ITS) Carlo Bergamini dan ITS Tonnerre.

Setelah melewati kawasan Timur Tengah, Giuseppe Garibaldi melanjutkan pelayaran hingga tiba di Indonesia. Kapal induk tersebut kemudian mendapat sambutan dari dua kapal perang TNI Angkatan Laut, yakni KRI Brawijaya-320 dan KRI Prabu Siliwangi-321.

Fuad mengaku bangga dapat menjadi bagian dari perjalanan Giuseppe Garibaldi hingga kapal tersebut tiba dengan selamat di Indonesia.

Calon Komandan KRI Sriwijaya itu juga menyatakan kesiapannya menjalankan setiap tugas yang diberikan negara.

Menurut Fuad, keberhasilan misi harus berjalan beriringan dengan aspek keselamatan dalam setiap penugasan.

“Untuk misi, apa pun saya siap, ya. Mission first, safety first. Selama itu diberikan misi atau tugas apa pun kepada kita, tujuan kita adalah menyukseskan misi dan faktor keselamatan jadi nomor satu,” ujarnya.****

Pos terkait