Fajarasia.id – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan pemerintah berkomitmen menjaga harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis Pertalite tetap stabil hingga akhir 2026. Ia menyebut Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) berfungsi sebagai penyangga (shock absorber) untuk menahan lonjakan harga minyak dunia, yang rata-rata mencapai USD90,46 per barel sepanjang semester pertama tahun ini.
“Prinsip pemerintah jelas, daya beli masyarakat tidak boleh tergerus. Karena itu harga BBM kita jaga, harga pangan kita stabilkan, dan stimulus kita salurkan tepat sasaran,” ujar Airlangga dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (6/8).
Airlangga menambahkan kebijakan ini sejalan dengan arahan Presiden. Pemerintah juga memperkuat ketahanan energi dengan mengurangi ketergantungan impor solar melalui program biodiesel B50. Dengan penerapan B50, impor solar dapat ditekan, sementara subsidi yang digunakan relatif kecil.
Langkah ini diharapkan menjaga stabilitas harga energi sekaligus mendukung ketahanan ekonomi nasional di tengah fluktuasi harga minyak global.***





