Fajarasia.id – Dugaan pengeroyokan terhadap seorang guru sekolah dasar (SD) di Balikpapan Timur, Kalimantan Timur, menjadi perhatian publik setelah rekaman CCTV peristiwa tersebut beredar luas di media sosial. Korban diduga menjadi sasaran kekerasan setelah menegur seorang pelajar yang kedapatan merokok saat masih mengenakan seragam sekolah.
Korban diketahui bernama Muhammad Afdal (31), seorang guru di SDN 017 Balikpapan Timur. Hingga kini, kepolisian masih melakukan penyelidikan dengan memeriksa sejumlah saksi serta mengumpulkan barang bukti untuk mengungkap secara utuh kronologi kejadian.
Kapolsek Balikpapan Timur AKP Muhammad Chusen menjelaskan, insiden bermula pada Selasa (21/7/2026) sekitar pukul 13.20 WITA ketika korban melintas di Jalan Mulawarman. Saat itu, ia melihat seorang pelajar berseragam sekolah mengendarai sepeda motor sambil merokok.
Sebagai bentuk kepedulian, korban memberikan teguran secara lisan agar pelajar tersebut tidak merokok ketika masih mengenakan seragam sekolah. Namun, teguran itu justru mendapat respons yang tidak baik dari siswa bersangkutan.
Situasi yang mulai menarik perhatian warga membuat korban memilih meninggalkan lokasi guna menghindari perselisihan yang lebih besar. Akan tetapi, persoalan tidak berhenti di sana.
Berdasarkan keterangan kepolisian, korban kemudian diikuti oleh tiga pelajar bersama seorang kerabat dan paman salah satu siswa hingga ke kawasan Jalan Lapangan Tembak Lambada, Kelurahan Teritip, Balikpapan Timur.
Sesampainya di lokasi tersebut, Muhammad Afdal berupaya menyelesaikan persoalan secara damai. Ia menjelaskan bahwa dirinya hanya memberikan teguran dan tidak pernah melakukan tindakan kekerasan terhadap pelajar tersebut.
Namun, penyelidikan sementara mengungkap bahwa pelajar tersebut diduga telah menyampaikan kepada keluarganya bahwa dirinya dipukul oleh korban. Informasi itulah yang diduga memicu emosi hingga berujung pada aksi pemukulan terhadap guru tersebut.
Polisi menyebut dugaan pengeroyokan terjadi di lokasi kedua dan masih mendalami peran masing-masing pihak yang terlibat.
Sejauh ini, penyidik telah mengidentifikasi satu terduga pelaku berinisial F yang merupakan seorang pelajar. Sementara identitas pihak lain yang diduga ikut melakukan pengeroyokan masih dalam proses penyelidikan.
Kepolisian juga belum memastikan jumlah pelaku yang terlibat karena pemeriksaan terhadap para saksi masih berlangsung.
Usai kejadian, korban melaporkan peristiwa tersebut ke Polsek Balikpapan Timur dan telah menjalani visum sebagai bagian dari proses penyidikan. Polisi juga tengah memeriksa rekaman CCTV yang beredar untuk mencocokkan keterangan para saksi dengan fakta di lapangan.
Kasus ini menyita perhatian masyarakat karena melibatkan seorang tenaga pendidik yang diduga menjadi korban kekerasan setelah memberikan teguran kepada seorang pelajar. Kepolisian menegaskan proses hukum masih berjalan dan belum menetapkan tersangka.
“Sesampainya di lokasi, korban berupaya menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan. Korban juga menjelaskan bahwa dirinya hanya memberikan teguran dan tidak pernah memukul siswa tersebut,” terang Chusen, Minggu (26/7).
Polisi mengimbau masyarakat untuk menunggu hasil penyidikan agar seluruh fakta dapat diungkap secara objektif sebelum penetapan pihak yang bertanggung jawab dilakukan.****





