Fajarasia.id – Nama Burhanuddin Abdullah kembali mencuat dalam bursa calon Gubernur Bank Indonesia (BI) setelah Perry Warjiyo resmi mengundurkan diri pada 25 Juli 2026. Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menanggapi kabar tersebut dengan singkat, meminta publik menunggu nama calon yang akan diajukan Presiden Prabowo Subianto ke DPR. “Kita tunggu saja dulu,” ujarnya, Kamis (28/7).
Sehari setelah pengunduran diri Perry, Dewan Gubernur BI menunjuk Deputi Gubernur Senior Destry Damayanti sebagai pejabat sementara sesuai ketentuan UU BI. Destry akan menjabat hingga Presiden mengirimkan maksimal tiga nama calon gubernur BI ke DPR untuk menjalani uji kelayakan dan kepatutan di Komisi XI.
Wakil Ketua Komisi XI DPR, Mohamad Hekal, menegaskan pihaknya masih menunggu usulan resmi dari Presiden. “Maksimal tiga nama sesuai aturan UU P2SK,” katanya.
Burhanuddin Abdullah sendiri bukan sosok baru di BI. Ia pernah menjabat sebagai Gubernur BI periode 2003–2008, serta pernah menjadi Gubernur untuk IMF di Indonesia. Pria kelahiran Garut, 10 Juli 1947, itu juga pernah menjabat Menko Perekonomian di era Presiden Abdurrahman Wahid. Pada Pilpres 2024, Burhanuddin tercatat sebagai Ketua Dewan Pakar Tim Kampanye Nasional Prabowo-Gibran.****





