Fajarasia.id – Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI, Andreas Hugo Pareira, mendukung langkah Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) memperketat kebijakan bebas visa kunjungan bagi warga negara asing. Ia menilai aturan bebas visa harus lebih selektif demi menjaga kualitas pariwisata sekaligus keamanan nasional.
“Bebas visa kunjungan itu perlu selektif. Tidak semua orang kita berikan, karena faktanya tidak otomatis meningkatkan pariwisata,” ujar Andreas saat ditemui di Gedung DPR RI, Kamis (18/6/2026).
Menurutnya, sejumlah kasus pelanggaran turis asing di daerah wisata seperti Bali menunjukkan bahwa fasilitas bebas visa tidak selalu memberi nilai tambah. Ia menekankan perlunya kajian matang agar kebijakan selektif ini bisa segera diimplementasikan.
Politisi PDI Perjuangan tersebut juga menyoroti ketidakadilan bagi warga Indonesia yang harus membayar biaya administrasi tinggi saat berkunjung ke luar negeri. “Kita ke luar negeri bayar mahal, bahkan ada retribusi kota. Jadi wajar kalau kita selektif,” tegasnya.
Dengan disetujuinya pagu anggaran Kemenimipas sebesar Rp20,12 triliun dan tambahan Rp5,23 triliun untuk tahun depan, Andreas meminta imigrasi segera merumuskan mekanisme seleksi bebas visa kunjungan agar kebijakan lebih tepat sasaran.***





