Polsek Setiabudi Identifikasi Pengguna Jasa Pemalsuan SIM-Buku Nikah

Polsek Setiabudi Identifikasi Pengguna Jasa Pemalsuan SIM-Buku Nikah

Fajarasia.id – Polsek Metro Setiabudi menangkap 2 orang berinisial TN (32) dan PRA (21), pelaku pemalsuan dokumen berupa SIM, KTP, ijazah, dan buku nikah yang beredar di wilayah Jakarta. Kini polisi tengah mendalami soal para pengguna dokumen palsu.

Kapolsek Setiabudi Kompol Firman mengatakan polisi telah memiliki identitas data dari para pengguna jasa pemalsuan dokumen. Pihaknya kini sedang menunggu perkembangan.

“Untuk para pengguna (jasa pemalsuan), kita lakukan pengembangan. Untuk pemesan-pemesannya sudah ada, kita sudah ada datanya dan kita buka Facebook-nya dan WA-nya. Kita tunggu perkembangan,” ungkap Kompol Firman di Polsek Metro Setiabudi, Jakarta Selatan, Selasa (28/5/2024).

Dia mengatakan para pengguna jasa pemalsuan berpotensi ditindak karena termasuk pelanggaran tindak pidana. Pengguna dokumen palsu bisa dijerat dengan Pasal 263 ayat (2) KUHP.

“Kalau pengguna itu kan pemesan, termasuk juga pelaku tindak pidana. Karena dia tahu. Dia sudah mengetahui bahwa ini palsu, dan dipakai. Apalagi sudah digunakan, itu akan digunakan, pasalnya 263 ayat (2) menggunakan dokumen palsu,” jelasnya.

Polisi mengatakan pemesan dokumen palsu dari TN dan PRA berasal dari Jakarta. Kini Polisi tengah melakukan pengembangan dan identifikasi lebih lanjut.

“Sebenarnya kita baru temukan dari sekitar Jakarta. Nanti kita pengembangan lagi,” jelas Kompol Firman.

Lantas, untuk apa ada pihak yang membeli dokumen palsu? Polisi menyebut pembuatan dokumen palsu untuk bermacam motif, seperti untuk menikah.

“Kalau para pengguna membeli, ya bagi untuk digunakan ya. Dia menggunakan untuk, kalau mau nikah lagi, bisa nanti,” ujar dia.

2 Pemalsu Dokumen Ditangkap

Polisi menangkap TN dan PRA pada Jumat (17/5) sekitar pukul 22.30 WIB di Jalan Sawah Lunto Nomor 67 RT 002 RW 001, Kelurahan Pasar Manggis, Kecamatan Setiabudi, Jaksel. Pelaku mengakui telah melakukan perbuatannya sejak Agustus 2023.

Tersangka TN memasang iklan di media sosial (medsos) Facebook. Jika ada pemesan yang menghubungi, pelaku akan mengarahkan pemesan untuk menghubungi melalui aplikasi WhatsApp (WA).

Setelah itu pemesan diminta mengirimkan data identitas termasuk foto pemesan dan contoh tanda tangan untuk dibuatkan menjadi dokumen palsu sesuai dengan yang dipesan. Kemudian pemesan diminta mentransfer uang ke rekening TN dan pesanan diproses.

Pencetakan pesanan berupa SIM dan KTP menggunakan perangkat komputer milik TN. Sedangkan pesanan berupa ijazah dan buku nikah dicetak di tempat fotokopi. Terakhir, dokumen-dokumen palsu itu dikirim pelaku melalui jasa pengiriman ke alamat pemesan.

Barang bukti yang disita di antaranya 13 lembar SIM palsu, 4 lembar KTP palsu, sepasang buku Nikah palsu, 5 lembar ijazah palsu, 1 unit perangkat komputer, 1 unit charger printer, 1 unit modem, 150 lembar thermal ID card, 100 lembar plastik antigores, dan 2 unit handphone. Pelaku dijerat Pasal 263 ayat (1) juncto 55 ayat (1) ke-1 KUHP dengan ancaman hukuman penjara paling lama 6 tahun.***

Pos terkait