Polemik Pemilihan RW 10 Bekasi Jaya Akan Berujung Ke Ranah Pidana, Warga Akan laporkan Dugaan Korupsi dan Dugaan Suap

Polemik Pemilihan RW 10 Bekasi Jaya Akan Berujung Ke Ranah Pidana, Warga Akan laporkan Dugaan Korupsi dan Dugaan Suap

Fajaraasia.co – Polemik pemilihan ketua RW 010 Kelurahan Bekasi Jaya, Kecamatan Bekasi Timur Kota Bekasi,ternyata belum menemukan titik terang.

Warga RW 010 mendorong Lurah Bekasi jaya dan Camat Bekasi Timur agar menonaktipkan Kuspriadi selaku peraih suara terbanyak pemilihan ketua RW 010 Kelurahan Bekasi jaya, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi.

Warga RW 010 Kelurahan Bekasi jaya, Erwin Siregar mengatakan, kemenangan Kuspriadi harus diskualifikasi karena dianggap tidak per dalam pemilihan karena dalam pemilihan itu panitia hanya menunjuk orang – orang tertentu per RT yang boleh dapat suara memilih.

Selain itu, Erwn Siregar juga akan melaporkan dugaan korupsi dan pungli serta dugaan penggelapan dana yang dilakukan oleh Ketua RW 10.

“Saya akan laporkan dugaan Korupsi dan Dugaan pungli yang dilakukan oleh RW 10 terkait dana Pemasangan Jaringan Fiber Optik (FO), dimana menurut informasi ketua RW 10 Bekasi jaya ada menerima uang Rp 15 juta untuk memasang jaringannya dilungkangan RW tersebut, dan uangnya itu di pergunakan olehnya untuk jalan jalan tampa seizin warga.” Ucapnya.

Lanjut Erwin, ini saya lakukan agar kita semua warga indonesia melek mata terhadap korupsi mulai hal hal kecil di republik ini.

mengenai data, Erwin mengatakan dirinya telah meminta klarifikasi ke bendahara RW 10 Abdullah  , dan bendahara RW mengaku uang tersebut benar adanya, dan uang itu mereka pergunakan untuk biaya jalan jalan , nginap di hotel serta untuk makan makan, sisanya di bagi ke setiap RT masing masing Rp 200 ribu per RT.

Berikut Video pengakuan Bendara RW 10 kelurahan Bekasi Jaya , Abdullah

 

Erwin juga mengaku semua pihak, baik itu warga maupun aparat RW maupun RT harus tahu untuk apa dan mau diapakan dana masuk dan keluar di tingkat RW maupun RT, pasalnya dana tersebut kan ada dari pungutan warga,” tegasnya.

Menurutnya, jangan buat kendor pelaku korupsi di Indonesia, apalagi sampai menggunakan jabatan jabatan tertentu untuk memperkaya diri pribadi dan golongannya.Bahkan dia mendorong aparat hukum untuk betindak tegas atas persoalan yang dilaporkan ini

“Harus ada tindakan nyata oleh aparat hukum , Lurah , Camat mapun Walikota Bekasi dalam membongkar kasus ini, dan bahkan jika lurah tidak tegas, maka kami minta walikota copot saja lurahnya,” paparnya.****

Pos terkait