Penarikan Susu Formula Nestlé, Netty Aher Desak Pengawasan Pangan Bayi Diperketat

Penarikan Susu Formula Nestlé, Netty Aher Desak Pengawasan Pangan Bayi Diperketat

Fajarasia.id — Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani Aher, menyoroti serius kabar penarikan (recall) susu formula bayi produksi Nestlé di sejumlah negara akibat dugaan kontaminasi zat beracun cereulide. Ia menegaskan bahwa keselamatan dan kesehatan bayi adalah prioritas mutlak yang tidak bisa ditawar dalam sistem pangan nasional.

“Bayi adalah kelompok paling rentan. Karena itu, setiap potensi risiko pada produk pangan bayi harus ditangani dengan sangat serius dan hati-hati,” ujar Netty dalam keterangan tertulis di Jakarta.

Netty mengapresiasi langkah cepat Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) yang segera melakukan penelusuran awal serta berkoordinasi dengan otoritas pengawas internasional. Menurutnya, tindakan berbasis data menjadi kunci menjaga kepercayaan publik. “Yang terpenting sekarang adalah memastikan produk yang beredar di Indonesia benar-benar aman dan tidak termasuk dalam batch yang ditarik di negara lain,” jelas politisi Fraksi PKS itu.

Di tengah kompleksitas rantai pasok global, Netty menekankan pentingnya transparansi informasi kepada masyarakat. Hal ini, menurutnya, bukan hanya untuk mencegah kepanikan, tetapi juga memberi kepastian kepada para orang tua. “Orang tua berhak mendapatkan informasi yang jelas dan akurat. Ini penting agar masyarakat tetap tenang, namun juga waspada dan terlindungi,” tegasnya.

Lebih lanjut, Netty menekankan perlunya penguatan sistem ketertelusuran (traceability) produk pangan impor, terutama yang dikonsumsi bayi dan anak. “Kita perlu terus memperkuat sistem pengawasan agar setiap potensi masalah bisa cepat dilokalisasi dan ditangani,” ujarnya.

Netty menutup pernyataannya dengan menekankan bahwa keamanan pangan adalah bagian integral dari perlindungan kesehatan publik. “Dengan kerja sama yang solid antara regulator, pelaku usaha, dan masyarakat, kita berharap kepercayaan dan keselamatan tetap terjaga,” pungkasnya.

Pos terkait