Fajarasia.id – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tengah menyiapkan aturan baru untuk mendukung pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt (GW), sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.
Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE), Eniya Listiani Dewi, menyebut regulasi akan berbentuk Peraturan Presiden (Perpres). “Perintah dari Sekretariat Negara sudah ada, namun pembahasan resmi masih menunggu pertemuan dengan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia,” ujarnya, Rabu (15/7).
Eniya menegaskan energi surya menjadi tulang punggung transisi energi menuju target Net Zero Emission 2060. Meski dalam RUPTL PLN hingga 2034 kapasitas PLTS baru ditargetkan 17,1 GW, pemerintah kini mengakselerasi rencana hingga 100 GW.
Saat ini, kapasitas terpasang PLTS nasional telah mencapai 1,5 GW, dengan kontribusi terbesar dari PLTS atap sebesar 895 megawatt (MW). “Kita sudah bisa bergembira karena PLTS terinstal mencapai 1,5 GW. Khusus PLTS atap sudah hampir 1 GW,” kata Eniya.
Langkah ini diharapkan memperkuat ketahanan energi sekaligus mempercepat transisi menuju energi bersih.***





