Fajarasia.id – Anggota Komisi V DPR RI, Syafiuddin, mendesak pemerintah melakukan evaluasi total terhadap sektor penerbangan nasional pasca jatuhnya pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) di kawasan Gunung Bulusaraung, Sulawesi Selatan. Menurutnya, langkah antisipatif yang kuat harus segera diambil agar tragedi serupa tidak kembali terulang.
“Harus ada perbaikan terhadap leading sector, baik Kementerian Perhubungan maupun lembaga terkait lainnya. Negara wajib hadir dengan langkah antisipatif yang jelas,” tegas legislator Fraksi PKB itu dalam rapat Komisi V DPR RI di Senayan.
Syafiuddin menyoroti peran Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang dinilai perlu lebih proaktif dalam memberikan informasi cuaca ekstrem. Ia menekankan bahwa data meteorologi harus benar-benar terintegrasi dalam pengambilan keputusan operasional penerbangan.
Selain BMKG, ia juga menekankan perlunya evaluasi terhadap Kementerian Perhubungan, Angkasa Pura, serta seluruh unsur yang terlibat dalam ekosistem penerbangan. Menurutnya, koordinasi lintas sektor masih lemah dan cenderung berjalan sendiri-sendiri, sehingga berpotensi memperbesar risiko kecelakaan.
“Koordinasi antar sektor ini sangat penting sebagai mitigasi, apalagi di tengah cuaca ekstrem yang kerap menjadi tantangan dunia penerbangan,” ujarnya.
Syafiuddin menegaskan bahwa Komisi V DPR RI akan segera memanggil pihak terkait untuk memastikan pengawasan berjalan lebih ketat. “Mitigasi harus diperkuat agar kecelakaan tidak terus berulang. Kami akan melakukan pengawasan agar arus transportasi udara lebih baik ke depan,” pungkasnya.





