Oknum Pegawai Bank NTT Dalam Lingkaran Kasus Korupsi

Oknum Pegawai Bank NTT Dalam Lingkaran Kasus Korupsi

Fajarasia.id – Kasus dugaan korupsi pemberian fasilitas kredit senilai Rp. 5 miliar pada Bank NTT, kini telah berstatus penyidikan (Dik).

Dengan berstatus pada tahap Penyidikan (Dik), tim penyidik Tindak Pidana Khusus (Tipidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Kupang, yang dikomandai Banua Purba, S. H, M. H sebagai Kajari Kota Kupang tinggal mencari oknum yang paling bertanggung jawab untuk dimintai pertanggung jawaban dengan menyandang status sebagai tersangka.

Kajari Kota Kupang, Banua Purba, S. H, M. H keoada wartawan, Selasa (03/01/2023) menegaskan bahwa kasus pemberian fasilitas kredit senilai Rp. 5 miliar telah ditingkatkan statusnya dari penyelidikan (Lid) menjadi penyidikan (Dik).

Dijelaskan mantan Asisten Pengawasan Kejati NTT ini, ditingkatkannya status dari Lid menjadi Dik karena ditemukannya unsur perbuatan melawan hukum dalam proses pemberian fasilitas kredit senilai Rp. 5 miliar ini.

“Sudah kami tingkatkan ke penyidikan (Dik) karena ditemukannya perbuatan melawan hukum saat dilakukan penyelidikan oleh penyidik Tipidsus Kejari Kota Kupang,” kata Banua.

“Untuk itu, saat ini penyidik Tindak Pidana Khusus Kejari Kota Kupang, tinggal mencari siapa yang paling bertanggung jawab dalam kasus senilai Rp. 5 miliar itu,” tambah Banua Purba.

Ketika ditanya apakah ada keterlibatan oknum pegawai Bank NTT dalam kasus ini, Kajari Kota Kupang menegaskan bahwa siapapun bisa dijadikan tersangka baik dari BPR Chista Jaya dan Bank NTT.

Namun, kata dia, saat ini penyidik belum bisa menentukan siapa yang paling bertanggung jawab dalam kasus itu. Dikarenakan, masih dilakukan pendalaman terkait peran dari masing – masing orang dalam kasus ini.

“Sekali lagi saya tegaskan bahwa kami tinggal mencari siapa yang paling bertanggung jawab dalam kasus ini. Bisa saja oknum pegawai Bank NTT dan saksi – saksi lainnya berpeluang kita seret ke meja hijau,” ungkap Banua.(rey)

Pos terkait