Menkominfo Dorong Kolaborasi Kelola Keamanan Siber

Menkominfo Dorong Kolaborasi Kelola Keamanan Siber

Fajarasia.id – Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie Setiadi mendorong kolabrasi dalam mengembangkan tata kelola keamanan siber. Hal itu dikarenakan setiap hari terdapat 2.200 serangan siber yang terjadi secara global.

Pada tahun 2024, kerugian akibat serangan siber mencapai USD9,5 triliun dan pada 2025 diprediksi meningkat menjadi USD10,5 Triliun. Budi juga menyatakan, sepanjang 2023 di Indonesia terdapat lebih dari satu miliar serangan siber dengan jumlah kerugian cukup signifikan.

“Kebutuhan keamanan siber yang tidak dapat ditawar lagi. Ruang siber yang aman membutuhkan kontribusi aktif berbagai pihak,” kata Budi Arie lewat keterangannya, Sabtu (20/4/2024).

Menurutnya, dengan terus makin intensifnya penggunaan teknologi digital kekinian juga dihadapkan dengan tantangan implementasi keamanan siber. Sebagai salah satu regulator ruang digital, pihaknya terus mendukung Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).

Terutama dalam tata kelola keamanan siber di Tanah Air. Pihaknya akan memastikan Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) melakukan pendaftaran sesuai syarat yang berlaku.

“Kami juga melakukan penyidikan tindak pidana yang melanggar ketentuan UU ITE. Seperti akses sistem elektronik tanpa hak dan pengiriman informasi elektronik secara tidak sah serta bentuk tindak pidana lain,” ucapnya.

Selain itu, Kementerian Kominfo juga melakukan pemutusan akses, take down konten, terhadap konten yang dilarang peraturan perundang-undangan. “Termasuk konten yang mengancam keamanan siber sesuai permintaan BSSN,” ujar Budi Arie.

Menurut Menkominfo, keberadaan tata kelola keamanan siber akan dapat memberikan kepastian hukum serta melindungi hak-hak masyarakat. Bahkan, tata kelola juga diperlukan untuk mengidentifikasi risiko ancaman siber.***

Pos terkait