Menteri Bintang: Pemerintah Berkomitmen Berdayakan Perempuan

Menteri Bintang: Pemerintah Berkomitmen Berdayakan Perempuan

Fajarasia.id – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Bintang Puspayoga menyebutkan, pemerintah berkomitmen memberdayakan perempuan. Hal itu disampaikannya dalam diskusi jelang Munas Perempuan Ke-2 di Badung, Bali, Jumat (19/4/2024).

“Pemerintah terus berkomitmen memberdayakan perempuan, penyandang disabilitas, dan kelompok marjinal. Memastikan ‘no one left behind’, berdasarkan prinsip kesetaraan dan partisipasi inklusif,” katanya melalui rilisnya yang diterima Redaksi pada Sabtu (20/4).

Bintang menekankan, pemerintah terus berusaha agar perempuan tidak sekadar menjadi objek. Pemerintah ingin perempuan menjadi subjek dalam setiap kegiatan pembangunan.

Ia pun kagum dengan perubahan besar yang dibawa kelompok perempuan. Perempuan kini dipandang sebagai pelaku pembangunan, didengar suara-suaranya dalam suatu kebijakan, serta memiliki keberanian menyampaikan program dan solusi.

“Terima kasih atas tekad besar dari kelompok perempuan yang memiliki hati tulus. Terutama untuk mendampingi perempuan dan anak korban kekerasan, termasuk kekerasan seksual,” ujarnya.

Meski demikian, Bintang menilai, isu kekerasan masih menjadi pekerjaan besar pemerintah. Pihaknya berharap, sembilan agenda Munas Perempuan menjadi pertimbangan pemerintah daerah sebagai pengambilan kebijakan.

Salah satu peserta Munas, dari Komunitas PERMAMPU (Perempuan Sumatra Mampu) Nias, Serni Harita menceritakan keberhasilan perempuan di kampungnya. Mereka memanfaatkan koperasi simpan pinjam (Credit Union) sebagai kendaraan ekonomi dan politik perempuan.

Serni mengatakan, perempuan di Sumatra Utara masih ada yang terhimpit dalam salah satu adat yang memiskinkan perempuan. Masih ada anggapan bahwa perempuan merupakan komoditas dan bisa diperjualbelikan.

Namun, Serni tidak mau putus asa. Dia terus berjuang melalui koperasi simpan pinjam.

“Kami belajar banyak hal. Mulai dari mandiri ekonomi hingga politik memberdayakan perempuan,” ucapnya.

Perjuangan tersebut membuahkan hasil. Saat ini, aset koperasi simpan pinjam yang diperjuangkannya mencapai Rp47 miliar.

“Kami menganggarkan sekitar Rp1 miliar untuk mendidik perempuan. Sebagian sisa hasil usaha kami juga untuk membantu perempuan korban kekerasan,” ujar Serni.****

Pos terkait