Fajarasia.id – Ketua Dewan Ekonomi Nasional (Luhut Binsar Pandjaitan) menyampaikan hasil kajian terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada Badan Gizi Nasional. Kajian itu menunjukkan perputaran belanja pangan mencapai lebih dari Rp120 triliun per tahun dengan potensi menyerap 1,2 juta tenaga kerja. Namun, manfaat besar tersebut dinilai belum sepenuhnya dirasakan petani, peternak, nelayan, koperasi, dan UMKM lokal.
“Multiplier-effect mulai terlihat nyata di daerah. Namun, manfaat ekonomi belum sepenuhnya mengalir ke bawah. Banyak pelaku usaha kecil belum terhubung optimal ke rantai pasok,” ujar Luhut, Senin (29/6/2026).
Menurutnya, tantangan terbesar MBG bukan pada fasilitas dapur, melainkan pada ketahanan rantai pasok, ketersediaan komoditas, kapasitas pemasok kecil, serta tata kelola kemitraan. Ia menekankan perlunya kerja terintegrasi lintas kementerian, pemerintah daerah, lembaga pengawasan, perbankan, koperasi, dan pelaku usaha agar manfaat program semakin luas.
Luhut menambahkan, DEN siap berkolaborasi dengan BGN untuk merumuskan langkah strategis memperkuat ekosistem rantai pasok pangan. “Persoalan ini tidak bisa diselesaikan oleh SPPG sendiri. Dibutuhkan sinergi lintas sektor agar manfaat program benar-benar dirasakan masyarakat,” tegasnya.****





