Fajarasia.id – Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) menggelontorkan 2.500 hingga 3 ribu ton beras bersubsidi setiap harinya. Ribuan ton beras subsidi itu digelontorkan sebagai untuk upaya stabilisasi harga.
Data Bulog mencatat, hingga saat ini, realiasasi penyaluran beras telah mencapai 671.960 ton. Beras itu diambil dari cadangan pemerintah melalui program program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).
“Untuk stabilisasi harga pangan, harga beras eceran. Kami terus melaksanakan penugasan SPHP,” kata Kepala Divisi Perencanaan Operasional dan Pelayanan Publik Perum Bulog Epi Sulandari, Minggu (13/8/2023).
Epi mengatakan, persentase penyaluran tersebut telah mencapai 56,01 persen dari rencana SPHP tahun 2023 sebanyak 1,2 juta ton. Diharapkan dengan terus dilakukannya SPHP ini dapat memberikan kepastikan bagi masyarakat.
Utamanya dalam memperoleh beras dengan harga-harga terjangkau di pasar-pasar pengecer. Mengingat, kini SPHP hanya dilakukan Satgas, pengecer, ritel modern, dan pemerintah daerah pada kemasan 5 kilogram berlabel SPHP.
Epi menambahkan, upaya stabilisasi harga ini juga terintegrasi dengan Gerakan Pangan Murah (GPM) milik Badan Pangan Nasional (Bapanas). Diharapkannya, kebijakan penyediaan pangan murah bagi masyarakat ini bisa memaksimalkan manfaatnya.***





