MBS Berlindung di Istana Berbunker Saat Serangan Houthi Mengguncang Riyadh

MBS Berlindung di Istana Berbunker Saat Serangan Houthi Mengguncang Riyadh

Fajarasia.id – Meningkatnya serangan kelompok Houthi terhadap Arab Saudi disebut mendorong Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman (MBS), menggunakan istana yang dilengkapi bunker untuk menjaga keamanan di tengah situasi yang kian memanas.

Laporan The Wall Street Journal menyebutkan MBS terakhir kali terlihat di hadapan publik pada 6 Oktober saat mengikuti kegiatan donor darah. Sejak itu, perhatian tertuju pada langkah-langkah pengamanan yang ditempuh kerajaan setelah rangkaian serangan menghantam sejumlah fasilitas strategis di Riyadh.

Menurut laporan tersebut, otoritas Arab Saudi menghadapi tantangan besar dalam melindungi wilayah negaranya yang luas dari ancaman udara. Karena itu, sebagian sistem pertahanan udara disebut telah diprioritaskan untuk melindungi istana kerajaan dan infrastruktur energi yang dinilai vital bagi negara.

Di tengah meningkatnya ancaman, Riyadh juga dikabarkan berupaya memperkuat kemampuan pertahanannya dengan meminta bantuan Pakistan sebagai sekutu militer serta menjajaki pengadaan sistem pertahanan udara dari sejumlah negara lain.

Meski memperkuat aspek keamanan, Arab Saudi dilaporkan mulai membuka ruang lebih besar bagi penyelesaian konflik melalui jalur diplomatik. Opsi dialog dinilai semakin relevan seiring meningkatnya dampak serangan terhadap wilayah sipil dan infrastruktur penting.

Ketegangan kembali meningkat sejak konflik antara kelompok Houthi dan pasukan pemerintah Yaman yang didukung Arab Saudi kembali pecah pada pertengahan Juli setelah jeda selama sekitar empat tahun. Sejak saat itu, sejumlah fasilitas minyak dan aset strategis Saudi menjadi sasaran serangan.

Dalam beberapa hari terakhir, Bandara Internasional Riyadh berulang kali menjadi target serangan. Data Otoritas Penerbangan Sipil Arab Saudi mencatat serangan pada 10 Oktober menewaskan 12 orang dan melukai 309 lainnya. Sehari kemudian, serangan kembali terjadi dan menyebabkan satu orang tewas serta 11 orang terluka.

Serangan tersebut juga menghantam dua terminal penumpang dan memicu kebakaran, memperlihatkan besarnya risiko yang kini dihadapi Arab Saudi di tengah eskalasi konflik kawasan. Kondisi itu sekaligus meningkatkan tekanan terhadap Riyadh untuk menemukan solusi jangka panjang, baik melalui penguatan pertahanan maupun upaya diplomasi guna meredakan konflik yang berkepanjangan.****

Pos terkait