Fajarasia.id — Ketimpangan antara melimpahnya potensi sumber daya alam (SDA) dan keterbatasan akses pendidikan tinggi di Kabupaten Rokan Hilir, Riau, mulai diterobos. Kehadiran Politeknik Mulia Rokan diproyeksikan menjadi jawaban agar pemuda daerah tidak sekadar menjadi penonton di tengah industri perkebunan kelapa sawit dan minyak bumi yang mengepung wilayah mereka.
Pendirian kampus vokasi ini ditandai dengan peresmian oleh Bupati Rokan Hilir Bistamam serta peletakan batu pertama gedung permanen di kawasan strategis Ujung Tanjung, Rabu (4/11/2026).
Anggota Komisi X DPR RI Fraksi Golkar Dapil Riau, Karmila Sari, menegaskan bahwa kampus ini didirikan untuk memangkas hambatan jarak dan biaya yang selama ini menghalangi generasi muda Rokan Hilir menempuh pendidikan tinggi.
“Kita ingin anak-anak generasi bangsa memiliki kesempatan lebih besar untuk melanjutkan pendidikan tinggi. Jangan sampai keterbatasan biaya dan jarak menjadi penghalang untuk mendapatkan pendidikan yang lebih baik,” kata Karmila.
Karmila menjelaskan, kurikulum Politeknik Mulia Rokan dirancang tidak hanya berpatokan pada teori, tetapi juga membangun kemitraan strategis dengan institusi relevan seperti INSTIPER, SKK Migas, dan Lemigas untuk sertifikasi kompetensi. Pada tahap awal, politeknik ini membuka program studi Teknologi Produksi Tanaman Perkebunan dan Teknologi Komunikasi Digital, yang disiapkan langsung menyerap kebutuhan tenaga kerja industri lokal.
Dukungan senada disampaikan Bupati Rokan Hilir Bistamam. Ia menekankan pentingnya link and match antara dunia pendidikan dan sektor industri daerah agar lulusan siap pakai.
“Anak-anak Rokan Hilir harus mampu menjadi tuan rumah di negeri sendiri, memperoleh pekerjaan yang layak, bahkan menciptakan lapangan pekerjaan,” tegas Bistamam.
Sementara itu, Ketua Yayasan Rokan Jaya Bermarwah Yulizar menambahkan bahwa porsi pembelajaran akan didominasi 60 persen praktik. Hal ini bertujuan membentuk kedisiplinan dan keterampilan teknis mahasiswa agar siap terjun ke dunia kerja begitu lulus.****





