Fajarasia.id — Presiden China Xi Jinping menyerukan negara-negara Selatan Global untuk mereformasi dan memperbaiki arsitektur keuangan internasional. Hal itu disampaikan Xi dalam sesi BRICS+ di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS ke-18 yang digelar di Bharat Mandapam, New Delhi, Ahad (12/9).
“Negara-negara Selatan Global perlu mereformasi dan memperbaiki arsitektur keuangan internasional,” ujar Xi seperti dikutip Kantor Berita Xinhua. Ia menekankan bahwa keberlanjutan sistem keuangan dunia harus mencerminkan kepentingan negara berkembang.
Selain itu, Xi juga menyerukan percepatan pembentukan sistem tata kelola kecerdasan buatan (AI) global yang berbasis konsensus internasional. “Teknologi baru harus menerangi jalan menuju kemakmuran bersama,” tegasnya.
Dalam pidato penutup KTT, Xi menekankan pentingnya menjaga rantai industri dan pasokan tetap stabil di tengah gangguan pelayaran di Selat Hormuz akibat konflik AS-Iran. Ia menambahkan, BRICS yang diperluas harus memanfaatkan kekuatan pasar negara berkembang, menjunjung keterbukaan, serta memperkuat kerja sama untuk hasil yang saling menguntungkan.
Pernyataan Xi menegaskan peran BRICS sebagai wadah strategis bagi negara-negara Selatan Global sekaligus membuka diskusi tentang tata kelola AI internasional dan stabilitas rantai pasokan dunia.***





