Trump Janji Bagi Rp87,9 Juta Saat Popularitas Tertekan

Trump Janji Bagi Rp87,9 Juta Saat Popularitas Tertekan

Fajarasia.id  — Presiden Amerika Serikat Donald Trump menghadapi tekanan popularitas menjelang pemilu sela atau midterm election November 2026. Di tengah dukungan publik yang menurun, Trump justru menawarkan insentif tunai bagi warga AS jika Partai Republik mampu mempertahankan kendali Kongres.

Trump menjanjikan “dividen Trump” sebesar 5.000 dollar AS atau sekitar Rp87,9 juta untuk setiap warga dewasa AS apabila Partai Republik memenangkan pemilu sela dan tetap menguasai DPR serta Senat.

Janji tersebut disampaikan Trump dalam konvensi Partai Republik di Dallas, Rabu (9/9/2026). Ia menyebut pemberian uang itu dapat dilakukan berkat kondisi ekonomi AS yang menurutnya menunjukkan kekuatan dan keberhasilan.

“Jika Partai Republik menang, Anda menang bersama kami dan Anda mendapatkan US$5.000,” ujar Trump di hadapan peserta konvensi.

Trump juga memberikan syarat bahwa uang tersebut harus digunakan di dalam negeri Amerika Serikat. Namun, ia belum menjelaskan secara rinci sumber anggaran, mekanisme pembayaran, maupun landasan hukum yang akan digunakan untuk merealisasikan program tersebut.

Popularitas Trump Menurun

Rencana tersebut muncul ketika tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Trump berada di level rendah.

Survei Reuters/Ipsos terbaru mencatat tingkat persetujuan terhadap kinerja Trump hanya 33 persen. Sebanyak 63 persen responden menyatakan tidak puas, sehingga tingkat net approval Trump berada di minus 30 poin persentase.

Angka tersebut menjadi salah satu tingkat dukungan terendah Trump menjelang pemilu sela. Persoalan biaya hidup dan perang dengan Iran turut disebut menjadi faktor yang membebani popularitas pemerintahannya.

Tekanan politik juga terlihat di South Carolina, salah satu basis tradisional Partai Republik. Berdasarkan data Civiqs per 9 September, sebanyak 42 persen warga menyetujui kinerja Trump, sedangkan 51 persen tidak puas dan 7 persen lainnya bersikap netral.

Janji pembayaran tunai Trump juga memunculkan pertanyaan mengenai kemampuan pemerintah membiayainya.

Reuters memperkirakan program tersebut dapat membutuhkan dana sekitar 1,35 triliun dollar AS atau hampir Rp23,8 kuadriliun. Besarnya anggaran membuat mekanisme pelaksanaan dan sumber pendanaan menjadi perhatian.

Di sisi politik, Trump tampaknya berupaya menjadikan pemilu sela sebagai ajang evaluasi terhadap kepemimpinannya. Ia bahkan meminta pemilih membayangkan dirinya ikut berada dalam surat suara pada pemilu November.

“Berpura-puralah bahwa saya ada di surat suara,” kata Trump dalam pidatonya.

Dengan waktu menuju pemilu sela yang semakin dekat, janji “dividen Trump” menjadi taruhan politik baru bagi Trump. Selain mempertahankan kendali Partai Republik di Kongres, kebijakan tersebut berpotensi menjadi upaya untuk menggaet pemilih ketika tingkat kepuasan terhadap pemerintahannya tengah menurun.****

Pos terkait