Trump Deklarasikan Iran “Mati”, Ancaman Balasan Menguat

Trump Deklarasikan Iran “Mati”, Ancaman Balasan Menguat

Fajarasia.id – Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali melontarkan pernyataan kontroversial dengan menyebut Iran sebagai negara yang sudah “mati”. Ia menyerukan agar para pemimpin Iran diadili atas dugaan kejahatan perang terhadap kemanusiaan, menyusul serangan balasan Teheran ke pangkalan militer AS di Yordania.

Dalam wawancara dengan Fox News, Trump menegaskan Iran adalah “negara gagal” dengan inflasi 300 persen, tanpa angkatan laut maupun udara, serta kepemimpinan yang disebutnya kacau. “Kami akan menghantam mereka dengan keras. Akan ada tanggapan,” ucapnya.

Pernyataan keras itu muncul setelah militer AS menyerang Pulau Larak, menargetkan peluncur roket Korps Garda Revolusi Islam (IRGC). Iran segera membalas dengan rudal balistik ke pangkalan AS di Yordania, menandai eskalasi baru dalam perang yang telah berlangsung tujuh bulan.

Trump juga mengklaim lebih dari 100.000 demonstran tewas akibat represi pemerintah Iran, angka yang jauh berbeda dari data resmi otoritas Iran yang menyebut 3.117 korban jiwa. Klaim sepihak ini menambah kontroversi, terutama karena Trump mencampuradukkan istilah kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan.

Di sisi lain, Iran balik menuduh AS melakukan kejahatan perang, termasuk serangan udara di Minab yang menewaskan 168 warga sipil, sebagian besar anak-anak. Tuduhan saling balas ini memperburuk kebuntuan diplomasi dan meningkatkan risiko perpanjangan konflik bersenjata.****

Pos terkait