Fajarasia.id – Presiden Rusia Vladimir Putin mengejutkan publik dengan menyebut masih ada peluang mengakhiri perang dengan Ukraina melalui jalan damai. Pernyataan itu disampaikan dalam forum ekonomi di Vladivostok, Kamis (4/9), meski ia tetap menuding Kyiv melakukan “terorisme negara” setelah Ukraina memperingatkan maskapai agar menghindari wilayah udara Rusia.
Putin menegaskan penyelesaian konflik harus ditentukan langsung oleh kedua negara yang terlibat. “Apakah ada peluang untuk perdamaian? Menurut saya, ya, ada,” ujarnya, dikutip dari Xinhua. Namun, peluang diplomasi ini muncul di tengah kebuntuan panjang lebih dari empat tahun perang, dengan isu wilayah sengketa dan jaminan keamanan masih menjadi batu sandungan.
Sementara itu, NATO melalui Sekjen Mark Rutte memperingatkan Rusia makin ceroboh, merujuk pada insiden rudal dan drone yang melintasi wilayah timur Eropa serta dugaan serangan hibrida di Jerman. “Bahaya yang ditimbulkan Rusia sudah jelas, dan kami siap menjaga keselamatan rakyat kami,” tegas Rutte.
Di sisi lain, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky meminta maskapai penerbangan menghindari wilayah udara Rusia, menyusul meningkatnya operasi drone jarak jauh ke wilayah Moskow. Peringatan itu memicu respons keras Putin yang menilai langkah Ukraina sebagai bentuk terorisme negara.
Kyiv kini semakin mengandalkan drone buatan dalam negeri untuk menekan beban ekonomi Rusia, sementara Moskow meningkatkan serangan rudal ke sejumlah kota Ukraina. Intensitas serangan kian tinggi di tengah keterbatasan sistem pertahanan udara Kyiv.****





