Kisah Presiden Mesir Sadat Tewas Ditembak Usai Damai dengan Israel

Kisah Presiden Mesir Sadat Tewas Ditembak Usai Damai dengan Israel

Fajarasia.id  —  Tragedi memilukan menimpa Mesir ketika Presiden Anwar Sadat tewas ditembak dalam parade militer di Kairo pada 6 Oktober 1981. Sadat, yang menjabat sejak 1970, dieksekusi oleh personel militernya sendiri tak lama setelah menandatangani kesepakatan damai bersejarah dengan Israel.

Parade yang digelar untuk memperingati keberhasilan pasukan Mesir menyeberangi Terusan Suez pada Perang Yom Kippur 1973 berubah menjadi kekacauan. Saat iring-iringan kendaraan melintas, seorang perwira turun dari truk, memberi hormat, lalu melempar granat dan menembakkan senapan otomatis ke arah tribun utama. Sadat segera dilarikan ke rumah sakit, namun nyawanya tak tertolong.

Dalang serangan itu adalah Letnan Khalid Islambouli, anggota kelompok radikal Jihad Islam Mesir. Kelompok ini muncul sebagai reaksi keras terhadap kebijakan Sadat yang dianggap mengkhianati perjuangan Palestina setelah menandatangani Perjanjian Damai Camp David pada 26 Maret 1979 bersama Perdana Menteri Israel Menachem Begin, disaksikan Presiden AS Jimmy Carter.

Keputusan Sadat untuk berdamai dengan Israel memicu gelombang penolakan besar di dalam negeri. Banyak kalangan militer dan ulama garis keras menilai langkah tersebut sebagai pengkhianatan terhadap dunia Arab. Islambouli kemudian ditangkap di lokasi kejadian dan dijatuhi hukuman mati, dieksekusi pada 15 April 1982.

Tragedi ini menjadi simbol betapa sulitnya normalisasi hubungan Arab-Israel serta memperlihatkan risiko besar yang dihadapi pemimpin Arab yang memilih jalur diplomasi. Hingga kini, kisah Sadat masih dikenang sebagai pelajaran pahit tentang harga perdamaian di Timur Tengah.****

Pos terkait