Fajarasia.id — Kapal induk pertama Indonesia, Giuseppe Garibaldi, resmi tiba di Tanah Air pada Jumat (18/9/2026) pagi di Pelabuhan Tanjung Priok. Kapal hibah dari Italia ini sebelumnya berlayar dari Monfalcone sejak 24 Agustus 2026 dan menjadi tonggak baru dalam sejarah pertahanan laut Indonesia.
Giuseppe Garibaldi merupakan aircraft carrier kelas Garibaldi dengan nomor lambung 551. Kapal ini dikenal sebagai kapal induk ringan yang mampu mengoperasikan helikopter dan pesawat STOVL (short take off and vertical landing) seperti AV-8B Plus Harrier II. Dibangun sejak 1978 dan mulai bertugas pada 1985, kapal ini memiliki rekam jejak panjang dalam berbagai operasi militer Italia, mulai dari Somalia, Yugoslavia, hingga Libya.
Dari sisi persenjataan, Garibaldi dilengkapi peluncur Albatros untuk rudal Aspide permukaan ke udara, tiga sistem DARDO dengan meriam Breda 40/70, serta sistem pertahanan aktif dan pasif. Kapal sepanjang lebih dari 40 tahun ini pernah menjadi flagship dalam operasi Uni Eropa Sophia di Mediterania.
Meski berstatus hibah, pengoperasian Garibaldi tetap membutuhkan biaya besar. Laporan parlemen Italia memperkirakan perawatan kapal mencapai 5 juta euro per tahun (sekitar Rp103,5 miliar), sementara pembongkaran dan peremajaan bisa menelan hingga 19 juta euro (sekitar Rp393,49 miliar).
Dengan masuknya Giuseppe Garibaldi ke armada TNI AL, Indonesia bergabung dengan jajaran negara Asia pemilik kapal induk, menyusul China, India, Jepang, dan Thailand.****





