Fajarasia.id — Sebanyak 627 Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan di seluruh Indonesia menggelar Shalat Istisqa secara serentak pada Jumat (18/9/2026) kemarin. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya spiritual jajaran Pemasyarakatan menghadapi musim kemarau dan kekeringan yang melanda sejumlah wilayah.
Shalat untuk memohon turunnya hujan itu diikuti petugas pemasyarakatan serta warga binaan di lembaga pemasyarakatan (lapas), rumah tahanan negara (rutan), Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA), dan Balai Pemasyarakatan (Bapas).
Direktur Jenderal Pemasyarakatan Mashudi mengatakan, pelaksanaan Shalat Istisqa di seluruh UPT diharapkan menjadi momentum untuk melakukan introspeksi diri sekaligus memperkuat ketahanan mental dan spiritual.
“Kami mengarahkan seluruh jajaran Pemasyarakatan di Indonesia untuk melaksanakan Salat Istisqa. Tujuannya sebagai momentum muhasabah kepada Allah SWT, sekaligus penguatan mental dan spiritual dalam menghadapi dampak kekeringan yang terjadi belakangan ini,” kata Mashudi dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Sabtu (19/9/2026).
Pelaksanaan ibadah tersebut turut melibatkan tokoh agama di masing-masing daerah. Para petugas dan warga binaan diajak memperbanyak istighfar serta meningkatkan kepedulian terhadap kondisi lingkungan dan masyarakat selama musim kemarau.
Menurut Mashudi, kegiatan tersebut tidak hanya berkaitan dengan aspek spiritual. Shalat Istisqa juga menjadi pengingat bagi seluruh penghuni UPT Pemasyarakatan untuk menggunakan air secara bijak.
Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang disampaikan Mashudi, sekitar 81 persen zona musim di Indonesia telah memasuki periode kemarau.
“Kami imbau warga binaan dan petugas untuk menggunakan air secara bijak agar kebutuhan selama pelaksanaan pembinaan tetap terpenuhi,” ujarnya.
Direktur Pembinaan Narapidana dan Anak Binaan Masjuno mengatakan, Ditjenpas terus memantau kondisi ketersediaan air di berbagai UPT, terutama daerah yang berpotensi mengalami musim kemarau lebih panjang.
“Kami terus memonitor rekan-rekan di lapangan agar pasokan air tetap terpenuhi selama musim kemarau. Di saat yang sama, kami mendorong jajaran dan warga binaan untuk menggunakan air secara bijak,” kata Masjuno.
Menurut dia, pelaksanaan Shalat Istisqa berlangsung di satuan kerja Pemasyarakatan yang tersebar dari wilayah Indonesia bagian barat hingga timur.
Kegiatan tersebut diharapkan dapat memperkuat pembinaan kepribadian dan nilai spiritual warga binaan. Di sisi lain, kegiatan itu menjadi sarana membangun kesadaran bersama mengenai pentingnya menjaga lingkungan, menghemat air, serta meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi dampak musim kemarau.****





