DPR Dorong Anggaran Pemuda 2027 Lebih Berdampak

DPR Dorong Anggaran Pemuda 2027 Lebih Berdampak

Fajarasia.id — Anggota Komisi X DPR RI Adelia Kansya Adies mendorong penguatan anggaran kepemudaan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) pada 2027. Ia meminta peningkatan anggaran tersebut benar-benar berdampak terhadap pengembangan pemuda dan prestasi olahraga nasional.

Menurut Adelia, dukungan terhadap kenaikan anggaran harus dibarengi dengan pengelolaan yang transparan, merata, dan dapat dipertanggungjawabkan. Program yang dibiayai negara juga dinilai tidak seharusnya hanya berorientasi pada kegiatan seremonial.

“Kami tentu mendukung penguatan anggaran kepemudaan. Yang penting, anggaran ini harus memberikan dampak nyata bagi pemuda di seluruh Indonesia, bukan hanya terpusat pada kegiatan tertentu atau terfokus pada kegiatan seremonial,” ujar Adelia dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (3/9/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan dalam rapat kerja Komisi X DPR RI bersama Kemenpora pada Senin (31/8/2026). Dalam rapat itu, DPR membahas usulan anggaran kepemudaan untuk 2027 yang mengalami peningkatan dibandingkan pagu anggaran 2026.

Adelia menilai peningkatan alokasi anggaran harus diikuti dengan target dan indikator keberhasilan yang jelas. Menurut dia, besarnya anggaran tidak dapat menjadi satu-satunya ukuran keberhasilan program pemerintah.

“Harapan kami, RKA Kemenpora 2027 benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat, pemuda dan atlet. Ukuran keberhasilan anggaran bukan hanya pada besarnya alokasi, tetapi pada seberapa besar manfaat yang dirasakan masyarakat,” katanya.

Politikus yang merupakan anggota DPR dari daerah pemilihan Jawa Timur I itu juga meminta Kemenpora mulai menyiapkan program jangka panjang untuk menyambut 100 tahun Sumpah Pemuda pada 2028.

Menurut Adelia, momentum tersebut seharusnya dimanfaatkan untuk meninggalkan warisan program yang dapat dirasakan generasi muda, bukan sekadar menggelar rangkaian acara peringatan.

“Berbagai program yang disiapkan Kemenpora menjelang 2028 harus memiliki tujuan yang lebih besar daripada sekadar menyelenggarakan rangkaian acara peringatan. Jangan sampai momentum 100 Tahun Sumpah Pemuda hanya menjadi kegiatan seremonial. Harus ada legacy yang dirasakan oleh generasi muda,” ujarnya.

Adelia juga menyoroti pemerataan program kepemudaan. Ia meminta agar kebijakan Kemenpora tidak hanya berpusat di kota-kota besar atau wilayah dengan fasilitas yang sudah memadai.

Pemuda yang tinggal di daerah kepulauan, wilayah dengan keterbatasan sarana, hingga kawasan yang selama ini belum optimal mendapatkan program pemerintah, menurut dia, harus memperoleh perhatian yang sama.

Karena itu, Kemenpora dinilai perlu memiliki pemetaan yang terukur mengenai pelaksanaan program kepemudaan, mulai dari jumlah penerima manfaat hingga persebaran wilayah.

“Harus jelas berapa penerima manfaatnya, tersebar di daerah mana saja, bagaimana kualitas programnya, dan apa hasil yang mereka dapatkan,” tutur Adelia.

Ia berharap penguatan anggaran kepemudaan 2027 dapat menjadi instrumen untuk memperluas kesempatan bagi generasi muda sekaligus memperkuat ekosistem pembinaan atlet di berbagai daerah.

Dengan perencanaan yang terukur dan distribusi program yang lebih merata, anggaran kepemudaan diharapkan tidak hanya terserap, tetapi menghasilkan manfaat nyata bagi pemuda dan olahraga Indonesia.****

Pos terkait