Fajarasia.id — Gunung Anak Krakatau kembali menunjukkan aktivitas erupsi beruntun sejak Jumat (4/9) malam hingga Sabtu (5/9) pagi. Badan Geologi Kementerian ESDM menetapkan status Level III atau Siaga, dan meminta masyarakat, wisatawan, serta pendaki tidak beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif.
“Erupsi ini diinterpretasikan sebagai lava fountain atau semburan lava menyerupai air mancur,” ujar Rioboniek Situmorang, penyusun laporan tim pengamatan, Sabtu (5/9). Ia menambahkan, dentuman dan suara gemuruh terdengar jelas dari Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau di Pasauran.
Data kegempaan mencatat satu letusan dengan amplitudo 70 mm dan durasi mencapai 21.600 detik. Kondisi tersebut menegaskan bahwa aktivitas vulkanik masih tinggi dan berpotensi membahayakan jika masyarakat berada terlalu dekat dengan kawah.
Badan Geologi menekankan agar masyarakat tetap waspada dan mengikuti arahan resmi, mengingat erupsi Anak Krakatau kerap berubah intensitas secara cepat.****





