Fajarasia.id – Wakil Presiden Gibran Rakabuming menyampaikan duka mendalam atas gempa berkekuatan Magnitudo 7,7 yang mengguncang Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (15/8). Ia menegaskan pemerintah memastikan seluruh tahapan penanganan darurat, evakuasi, pendataan, hingga penyaluran bantuan berjalan cepat dan terkoordinasi.
“Pikiran dan doa saya bersama masyarakat terdampak, khususnya keluarga yang kehilangan anggota keluarga maupun yang masih berada dalam situasi sulit akibat bencana,” ujar Gibran dalam keterangan tertulis.
Pendataan kerusakan dan dampak gempa dilakukan untuk memetakan kebutuhan di lapangan. Pemerintah juga menyalurkan bantuan bagi warga terdampak, dengan koordinasi lintas kementerian dan lembaga.
Deputi Bidang Geofisika BMKG, Nelly Florida Riama, menjelaskan gempa tergolong dangkal dengan kedalaman 15 kilometer akibat aktivitas Flores Back-Arc Thrust. BMKG sempat mengeluarkan peringatan dini tsunami sebelum mencabutnya pada pukul 07.30 WIB.
Kerusakan dilaporkan terjadi di sejumlah wilayah, termasuk permukiman warga, fasilitas umum, Pelabuhan Maumere, serta Hotel Jayakarta Bajo. Tim BMKG diterjunkan untuk melakukan survei kerusakan menyeluruh.
Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi BNPB, Berton SP Panjaitan, menegaskan keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama. BNPB terus memverifikasi data korban dan kerusakan bersama BPBD serta pemerintah daerah. Hingga kini, dua orang dilaporkan meninggal dunia.***





