Fajarasia.id – Komisaris Utama PT DNR Logistik, Bambang Rudijanto Tanoesoedibjo alias Rudy Tanoe memilih irit bicara setelah menjalani pemeriksaan selama empat jam di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta Selatan, Selasa (11/8/2026).
Rudy tiba di KPK pukul 09.52 WIB dan keluar sekitar pukul 14.32 WIB. Saat meninggalkan gedung, ia hanya menyampaikan singkat bahwa dirinya dipanggil sebagai saksi untuk tersangka lain. “Enggak ada tanggapan. Selebihnya silakan ke penyidik atau penasihat hukum saya,” ujarnya.
Pemeriksaan Rudy terkait dugaan korupsi penyaluran bantuan sosial (bansos) beras Program Keluarga Harapan (PKH). Sebelumnya, ia sempat absen dari panggilan KPK dengan alasan menjalani pemeriksaan kesehatan. Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menegaskan pihaknya membutuhkan keterangan Rudy untuk menyusun konstruksi perkara secara utuh.
KPK mendalami kontrak distribusi bansos senilai Rp335 miliar yang diberikan kepada perusahaan afiliasi Rudy. Padahal, Perum Bulog menawarkan harga jauh lebih murah, yakni Rp113 miliar untuk pekerjaan serupa di 15 provinsi. Selisih harga ini diduga merugikan negara hingga Rp221 miliar, sementara PT DNR Logistik disebut meraup keuntungan lebih dari Rp108 miliar.****





