Fajarasia.id – Ketua DPP PDIP Andreas Hugo Pareira menanggapi santai pernyataan Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia yang menyebut partainya tidak terbiasa berada di luar pemerintahan atau menjadi oposisi. Menurut Andreas, pilihan berada di dalam maupun di luar pemerintahan sama-sama memiliki nilai, selama tujuannya tetap mengutamakan kepentingan rakyat.
“Itu urusan Golkar. Kalau PDI Perjuangan, berpolitik bukan untuk mencari enaknya,” kata Andreas, Senin (3/8).
Ia menegaskan, posisi sebagai oposisi bukan berarti tidak dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. Sebaliknya, keberadaan partai di luar pemerintahan justru memiliki fungsi penting sebagai penyeimbang jalannya kekuasaan.
Menurut Andreas, kualitas sebuah partai politik tidak ditentukan oleh posisinya di pemerintahan atau oposisi, melainkan dari kemampuan menerjemahkan gagasan menjadi kebijakan yang berpihak kepada rakyat.
Ia juga mengingatkan bahwa kekuasaan memiliki potensi disalahgunakan apabila tidak mendapat pengawasan. Karena itu, mekanisme checks and balances dinilai menjadi bagian penting dalam sistem demokrasi.
Andreas menilai, berada di dalam pemerintahan tetapi hanya menikmati kekuasaan tanpa menghadirkan manfaat bagi masyarakat justru dapat merugikan negara. Ia menegaskan, yang terpenting adalah komitmen untuk bekerja bagi kepentingan publik, bukan sekadar mempertahankan posisi politik.
Pernyataan Andreas muncul setelah Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia menegaskan partainya akan terus berada di garis depan mendukung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Dalam Musyawarah Daerah XI Golkar Sumatera Selatan, Bahlil mengatakan Golkar akan konsisten mengawal program pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah. Menurutnya, dukungan tersebut merupakan konsekuensi karena Golkar menjadi salah satu partai pengusung pasangan Prabowo-Gibran pada Pilpres 2024.
Bahlil bahkan menyatakan loyalitas Golkar kepada pemerintahan akan terus dipertahankan selama Presiden Prabowo masih memimpin. Ia juga meminta kader Golkar di Sumatera Selatan mendukung pemerintahan Gubernur Herman Deru dan Wakil Gubernur Cik Ujang sebagai bagian dari konsistensi sikap politik partai.
Dalam kesempatan itu, Bahlil menyebut Golkar bukan partai yang terbiasa mengambil posisi sebagai oposisi. Menurutnya, karakter Golkar adalah berkarya dan mengabdi melalui dukungan terhadap pemerintahan yang sedang berjalan.****





