Fajarasia.id — Partai Amanat Nasional (PAN) menyatakan dukungannya terhadap wacana Presiden Prabowo Subianto melanjutkan kepemimpinan hingga dua periode. PAN menilai masih banyak agenda pemerintahan yang membutuhkan waktu untuk direalisasikan.
Wakil Ketua Umum PAN Saleh Daulay mengatakan, partainya sangat terbuka terhadap peluang Prabowo kembali maju dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) berikutnya.
“PAN sangat setuju jika Prabowo melanjutkan dua periode. Pekerjaan yang sedang direncanakan dan dikerjakan lumayan banyak. Tentu tidak bisa serta-merta diwujudkan secara bersamaan. Dibutuhkan waktu untuk merealisasikannya,” ujar Saleh, Minggu (9/8/2026).
Menurut Saleh, masa pemerintahan Prabowo saat ini masih menyisakan waktu lebih dari tiga tahun. Periode tersebut dinilai cukup untuk menunjukkan sejauh mana berbagai program dan janji politik pemerintah dapat diwujudkan.
Ia menekankan, keberhasilan pemerintahan tidak cukup hanya diukur dari narasi atau janji, tetapi harus terlihat melalui hasil nyata yang dirasakan masyarakat.
“Tidak hanya berhenti pada narasi, tetapi juga pada aksi nyata,” kata Saleh.
Elektabilitas Jadi Pertimbangan
Pernyataan Saleh turut dikaitkan dengan hasil survei Indonesia Political Opinion (IPO) yang menempatkan Prabowo di posisi teratas dalam simulasi calon presiden jika Pilpres digelar saat ini.
Dalam simulasi terbuka IPO, Prabowo memperoleh elektabilitas 23,4 persen. Posisi tersebut disusul Gubernur Jawa Barat dengan 21,7 persen, Anies Baswedan 11,5 persen, Agus Harimurti Yudhoyono 4,5 persen, Ganjar Pranowo 4,1 persen, dan Gibran Rakabuming Raka 3,9 persen.
Direktur Eksekutif IPO Dedi Kurnia Syah mengatakan, posisi Prabowo di urutan teratas menunjukkan pengaruhnya sebagai presiden masih kuat dalam ingatan publik.
Meski demikian, Dedi mengingatkan bahwa keunggulan tersebut belum dapat dianggap aman. Dukungan masyarakat masih sangat bergantung pada kinerja pemerintah dan sejauh mana kebijakan yang dijalankan memberikan manfaat nyata.
Saleh pun menilai hasil survei tidak dapat menjadi satu-satunya dasar untuk menentukan pencalonan kembali. Menurut dia, kinerja pemerintahan harus menjadi pertimbangan utama.
“Hasil survei perlu dibaca dan dikaji. Tetapi lebih dari itu, hasil kinerja yang harus jadi rujukan,” ujarnya.
Ia juga melihat elektabilitas Prabowo masih sangat mungkin berubah dalam beberapa tahun ke depan. Karena itu, pemerintah dinilai masih memiliki cukup waktu untuk meningkatkan kepercayaan publik melalui pelaksanaan berbagai program.
“Masih dinamis. Masih cukup waktu untuk menaikkan sehingga posisinya signifikan melampaui yang lain,” kata Saleh.
Menurut Saleh, Prabowo merupakan sosok yang memiliki etos kerja tinggi. Ia meyakini jajaran kabinet juga akan terus bekerja serius untuk memenuhi target pemerintahan.
Dengan waktu pemerintahan yang masih panjang, PAN menilai capaian Prabowo dalam periode pertama akan menjadi faktor penting dalam menentukan peluangnya untuk kembali memenangkan Pilpres pada periode berikutnya.****





