Fajarasia.id – Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak memastikan tidak ada penambahan personel TNI untuk pengamanan Aceh pasca kericuhan peringatan Hari Damai Aceh ke-21 di Banda Aceh, Sabtu (15/8).
“Enggak, enggak ada penambahan (pengamanan),” ujar Maruli di halaman Istana Merdeka, Jakarta, Senin (17/8). Ia menegaskan kondisi Aceh masih terkendali dan TNI tetap mendukung kepolisian dalam menjaga keamanan wilayah.
Maruli menyebut telah mengecek situasi bersama Pangdam hingga Senin pagi. “Baik, iya (kondisi Aceh sudah aman). Enggak perlu (penambahan pengamanan). Pangdam tidak perlu. Kami tetap dukung tugas kepolisian untuk bisa mengamankan wilayah,” tambahnya.
TNI, lanjut Maruli, siap membantu kepolisian dalam penegakan hukum bila diperlukan. Ia menilai kericuhan lebih banyak melibatkan anak muda dan tidak mengkhawatirkan. “Enggak ada masalah, kan mereka anak muda saja. Enggak terlalu (mengkhawatirkan),” ujarnya.
Sebelumnya, kericuhan terjadi di halaman Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, dipicu pengibaran bendera bulan bintang. Aparat sempat melarang, namun massa tetap melanjutkan hingga terjadi aksi saling lempar. Polda Aceh menyatakan situasi kini terkendali dengan personel gabungan disiagakan dan patroli ditingkatkan.
Di sisi lain, Menteri Hukum Supratman Andi Agtas menyebut Presiden Prabowo Subianto telah memerintahkannya berkoordinasi dengan DPR terkait Undang-Undang Otonomi Khusus Aceh yang akan berakhir pada 2027.***





