Ketua DPR Soroti Keselamatan Kapal Usai Tragedi KM Mutiara

Ketua DPR Soroti Keselamatan Kapal Usai Tragedi KM Mutiara

Fajarasia.id  – Ketua DPR RI Puan Maharani menyampaikan belasungkawa atas insiden kebakaran KM Mutiara Sentosa 2 di perairan utara Madura yang menewaskan lima orang. Tragedi tersebut, menurutnya, menjadi peringatan bahwa aspek keselamatan transportasi laut di Indonesia masih memerlukan pembenahan secara menyeluruh.

Puan menilai kecelakaan yang kembali terjadi di sektor transportasi laut menunjukkan masih adanya persoalan mendasar yang belum terselesaikan. Ia mengingatkan bahwa dalam beberapa bulan terakhir telah terjadi sejumlah insiden kapal, termasuk tenggelamnya Kapal Layar Motor (KLM) Nurul Salsa di Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, pada Juli 2026.

“Rangkaian kecelakaan ini menjadi pekerjaan rumah bersama. Keselamatan pelayaran harus menjadi perhatian utama agar kejadian serupa tidak terus berulang,” ujar Puan dalam keterangannya, Rabu (5/8/2026).

Ia juga menyoroti persoalan ketidaksesuaian antara data manifest dengan jumlah penumpang di lapangan yang dinilai masih kerap ditemukan dalam berbagai kecelakaan kapal. Menurut Puan, persoalan tersebut harus menjadi fokus evaluasi pemerintah karena menyangkut efektivitas pengawasan serta keselamatan penumpang.

Puan menegaskan bahwa transportasi laut merupakan kebutuhan utama bagi masyarakat, khususnya di wilayah kepulauan. Kapal menjadi sarana vital yang menghubungkan masyarakat dengan layanan kesehatan, pendidikan, perdagangan, hingga berbagai aktivitas ekonomi.

Karena itu, ia meminta pemerintah menempatkan keselamatan penumpang sebagai indikator utama dalam evaluasi penyelenggaraan transportasi laut nasional, bukan hanya berorientasi pada kelancaran operasional.

Selain evaluasi menyeluruh, Puan juga mendorong pemerintah menetapkan target nasional untuk menekan angka kecelakaan transportasi laut. Dengan adanya sasaran yang jelas, setiap kementerian, lembaga, operator, dan regulator diharapkan memiliki tanggung jawab yang terukur dalam meningkatkan standar keselamatan pelayaran.

Sementara itu, Kepala Basarnas M. Syafii memastikan operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap korban kebakaran KM Mutiara Sentosa 2 akan berlangsung selama tujuh hari. Perpanjangan operasi akan diputuskan berdasarkan hasil evaluasi bersama apabila masih terdapat korban yang belum ditemukan.

Syafii menjelaskan, proses penyelamatan berlangsung cepat setelah Basarnas Command Center menyiarkan sinyal kedaruratan yang langsung direspons oleh tujuh kapal sipil di sekitar lokasi. Bantuan tersebut dinilai sangat membantu proses evakuasi para penumpang di tengah kondisi cuaca yang kurang bersahabat.

Insiden kebakaran KM Mutiara Sentosa 2 kembali memunculkan desakan agar pemerintah memperkuat sistem pengawasan, memastikan kepatuhan terhadap standar keselamatan pelayaran, serta meningkatkan perlindungan bagi masyarakat yang setiap hari bergantung pada transportasi laut sebagai akses utama antarpulau.****

Pos terkait