Fajarasia.id – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Sumatera Utara Kahiyang Ayu terus mendorong pelestarian sekaligus promosi kain Ulos melalui berbagai kegiatan, termasuk pemanfaatan wastra daerah dalam keseharian dan ajang fesyen nasional.
Saat menghadiri Indonesia Fashion Week (IFW) 2026 di Jakarta, Minggu, Kahiyang mengatakan Ulos memiliki potensi besar untuk dikenakan oleh berbagai kalangan, mulai dari generasi tua hingga generasi muda. Menurutnya, ragam gaya pemakaian Ulos perlu terus diperkenalkan agar kain tradisional tersebut semakin dekat dengan masyarakat.
“Kami dari Dekranasda, melalui acara fesyen ini, Ulos semakin banyak dikenal dan juga beragam cara pemakaiannya. Bisa untuk semua kalangan, baik yang tua, yang setengah tua, maupun Gen Z,” ujarnya.
Kahiyang menjelaskan, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara juga membiasakan penggunaan wastra lokal setiap Kamis atau Jumat sebagai bentuk nyata pelestarian budaya. Tradisi itu menjadi salah satu langkah untuk memperkenalkan Ulos dan tenun khas Sumatera Utara kepada masyarakat secara lebih luas.
“Kalau kami dari Provinsi Sumatera Utara, hari Kamis atau Jumat mengenakan wastra dari Sumatera Utara, baik ulos ataupun tenunan songket. Pokoknya kita terus mempromosikan baju adat yang ada di Sumatera Utara,” katanya.
Selain melalui kebiasaan di lingkungan pemerintahan, promosi Ulos juga diperkuat lewat panggung-panggung fesyen seperti Indonesia Fashion Week. Menurut Kahiyang, pendekatan tersebut menjadi cara efektif untuk mempertemukan warisan budaya dengan tren mode yang terus berkembang.
Ia menuturkan, Ulos memiliki beragam jenis yang mencerminkan kekayaan budaya di Sumatera Utara. Mulai dari Ulos khas Karo, Mandailing, Tapanuli hingga Toba, masing-masing memiliki fungsi, filosofi, dan tata cara penggunaan yang berbeda.
Meski terus mengikuti perkembangan zaman, Kahiyang menegaskan nilai-nilai budaya yang diwariskan para leluhur tetap harus dijaga. Ia berharap inovasi dalam penggunaan Ulos tidak menghilangkan makna dan etika yang melekat pada kain tradisional tersebut.
“Kita tidak melupakan leluhur, tapi juga kita tetap harus terus mempromosikan apa pun caranya. Baik cara pemakaiannya, tetap harus sopan,” ujarnya.
Indonesia Fashion Week (IFW) 2026 yang berlangsung di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, mengusung tema “Ulos Simetria”. Tema tersebut menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara tradisi dan inovasi, sekaligus memperkuat posisi fesyen Indonesia di kancah global dengan tetap berpijak pada kekayaan budaya Nusantara.
Dalam penyelenggaraan tahun ini, Ulos tidak hanya ditampilkan sebagai kain adat khas Sumatera Utara, tetapi juga sebagai simbol kehangatan, harmoni, persatuan, dan identitas budaya Indonesia. Ajang yang berlangsung pada 29 Juli hingga 2 Agustus 2026 itu turut menghadirkan ratusan desainer, pelaku UMKM, rumah mode, serta berbagai kegiatan seperti peragaan busana, pameran dagang, forum kreatif, hingga pertunjukan seni dan kuliner.***





