Banjir Terjang Kota Padang, Kendaraan Warga Terseret Arus

Banjir Terjang Kota Padang, Kendaraan Warga Terseret Arus

Fajarasia.id – Hujan berintensitas tinggi yang mengguyur Kota Padang, Sumatera Barat, memicu banjir di sejumlah wilayah pada Selasa (4/8). Arus banjir yang cukup deras tidak hanya merendam permukiman dan jalan utama, tetapi juga menghanyutkan sejumlah kendaraan milik warga.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan hujan deras yang berlangsung sejak sekitar pukul 11.00 hingga 17.00 WIB menyebabkan debit air meningkat dan meluap ke kawasan permukiman. Kondisi tersebut mendorong tim gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang untuk melakukan evakuasi warga menggunakan perahu menuju lokasi yang lebih aman.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan banjir berdampak pada sedikitnya tiga kecamatan, yakni Kuranji, Koto Tangah, dan Bungus Teluk Kabung.

Di Kecamatan Kuranji, genangan air merendam sejumlah kawasan seperti Kelurahan Lapau Munggu, Komplek Wahana, Kampuang Tanjung, Pasar Lalang, hingga Gunung Sarik. Sementara itu, di Kecamatan Koto Tangah, banjir menggenangi Kelurahan Aia Pacah, kawasan belakang RSUD, serta Perumahan Green Mandiri. Adapun di Kecamatan Bungus Teluk Kabung, sedikitnya lima kelurahan turut terdampak.

BNPB juga menerima laporan bahwa derasnya arus banjir di sejumlah ruas jalan sempat menyeret beberapa kendaraan bermotor milik warga. Hingga Senin malam, hujan masih turun di sebagian wilayah Kota Padang sehingga genangan di sejumlah titik belum sepenuhnya surut. Pendataan terhadap korban maupun kerugian material masih terus dilakukan oleh petugas di lapangan.

Masyarakat yang berada di kawasan rawan banjir diminta tetap waspada dan mengikuti perkembangan informasi dari pemerintah daerah maupun BPBD setempat. Warga juga diimbau segera mengikuti arahan petugas apabila proses evakuasi diperlukan guna menghindari risiko yang lebih besar.

Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi keberadaan Bibit Siklon Tropis 94W di Laut Filipina yang berpotensi meningkatkan peluang hujan lebat di sejumlah wilayah Indonesia. Wilayah Sumatera bagian barat, termasuk Sumatera Barat, menjadi salah satu daerah yang perlu mewaspadai potensi cuaca ekstrem selama periode 3–5 Agustus.***

Pos terkait