Fajarasia.id – Korban banjir bandang di perbatasan Nepal–Tibet terus bertambah. Hingga Sabtu (29/8/2026), otoritas setempat mencatat sedikitnya 584 orang tewas dan lebih dari 2.400 orang hilang.
Data terbaru menyebutkan 579 korban jiwa di Nepal dan 5 di wilayah Tibet, China. Palang Merah Internasional menilai tingkat trauma akibat bencana ini “luar biasa”, dengan perkiraan awal sekitar 93.000 orang terdampak.
Kepala delegasi Federasi Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah untuk Nepal, David Fisher, menegaskan akses ke wilayah terdampak masih terhambat akibat rusaknya jalan, jembatan, serta terputusnya jaringan listrik dan seluler.
Sementara itu, tim penyelamat di Tibet telah mencapai lokasi utama yang hancur akibat longsoran besar. Media pemerintah China melaporkan operasi penyelamatan berjalan “tertib”, meski risiko banjir baru muncul setelah sebuah bendungan di Tibet dilaporkan jebol.
Otoritas Nepal meningkatkan jumlah orang hilang menjadi 1.924 jiwa, ditambah 558 orang di wilayah China, sehingga total korban hilang mencapai 2.482 orang. Mereka termasuk ratusan warga asing dan pekerja proyek pembangkit listrik tenaga air.***





