Fajarasia.id – — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2027 tetap berada di bawah batas 3 persen, meski belanja negara dirancang meningkat signifikan.
Dalam rancangan APBN 2027 yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto, anggaran negara tercatat mencapai Rp 4.972,2 triliun, atau meningkat 6,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Di tengah kenaikan belanja tersebut, pemerintah justru menargetkan defisit turun dari Rp 689,1 triliun menjadi Rp 671,2 triliun. Rasio defisit terhadap produk domestik bruto (PDB) juga diproyeksikan menyusut dari 2,68 persen menjadi 2,40 persen.
Purbaya mengatakan kondisi tersebut masih berada dalam batas aman karena pemerintah juga memperkirakan penerimaan pajak akan meningkat.
“Pajak dengan keadaan sekarang sudah tumbuh segitu. Bisa diperkirakan defisit 2,40 persen. Penerimaan pajak kelihatannya akan membaik. Kalau sama dengan sekarang saja, bisa lebih bagus daripada yang direncanakan,” ujar Purbaya, Jumat (14/8/2026).
Penerimaan Pajak Jadi Andalan
Dalam rancangan APBN 2027, penerimaan pajak ditargetkan mencapai Rp 2.591,4 triliun atau naik sekitar 12,1 persen.
Purbaya optimistis target tersebut dapat dicapai seiring dengan tren pertumbuhan penerimaan pajak pada 2026. Hingga akhir Juli 2026, penerimaan pajak disebut masih tumbuh lebih dari 23 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Ia juga memperkirakan rasio pajak (tax ratio) dapat meningkat lebih tinggi dari proyeksi awal sebesar 9,3 persen.
Menurut Purbaya, peningkatan penerimaan juga berpotensi datang dari upaya mempersempit aktivitas ekonomi ilegal, termasuk pengalihan aktivitas rokok ilegal ke jalur legal. Pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi juga diyakini akan memberikan tambahan penerimaan bagi negara.
“Tax ratio-nya mungkin akan naik bukan 9,3 persen, mungkin lebih. Kalau pertumbuhan ekonomi lebih cepat juga kita akan dapatkan pajak lebih banyak lagi,” katanya.
Pemerintah Tetap Pantau APBN
Purbaya menegaskan pemerintah akan terus memantau kondisi APBN secara berkala. Jika diperlukan, langkah efisiensi akan ditempuh untuk menjaga kesehatan fiskal.
Namun, untuk saat ini, ia menilai belum ada kebutuhan untuk melakukan efisiensi tambahan.
“Tapi rasanya enggak perlu efisiensi. Kita akan jaga terus defisit di bawah 3 persen sesuai dengan perintah Bapak Presiden,” ujar Purbaya.
Dengan target defisit 2,40 persen terhadap PDB, pemerintah berupaya menjaga ruang fiskal tetap sehat sekaligus memberikan ruang bagi peningkatan belanja negara pada 2027.****





