Iran Buka Peluang Hormuz Kembali Normal dalam Sepekan

Iran Buka Peluang Hormuz Kembali Normal dalam Sepekan

Fajarasia.id  – Iran menyatakan Selat Hormuz berpotensi kembali dibuka untuk aktivitas pelayaran dalam waktu sepekan apabila Amerika Serikat bersedia menerima proposal yang sebelumnya disampaikan Teheran melalui Qatar.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengatakan skenario tersebut dapat segera dijalankan begitu Washington menyetujui kerangka penyelesaian yang telah diajukan oleh Iran.

Pernyataan itu disampaikan Araghchi kepada wartawan di sela penyelenggaraan Sidang ke-81 Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York.

Menurut Araghchi, langkah awal dapat dilakukan oleh AS dalam kurun empat hingga lima hari pertama setelah kesepakatan tercapai. Tahapan tersebut kemudian memungkinkan Selat Hormuz kembali dibuka pada hari keenam, sebelum pembahasan mengenai kesepakatan final dimulai sehari berikutnya.

“Jika ada keseriusan dari pihak AS untuk mencapai kesepakatan dan membuka kembali Selat Hormuz, semuanya kini sudah siap,” kata Araghchi, Sebagaimana dikutip Redaksi pada Sabtu (26/9/2026).

Ia menjelaskan, mekanisme yang diharapkan dari pihak AS telah tertuang dalam nota kesepahaman yang ditandatangani di Islamabad pada Juni lalu. Karena itu, Iran menilai proses menuju pembukaan kembali jalur pelayaran strategis tersebut dapat berlangsung lebih cepat apabila terdapat komitmen politik dari kedua belah pihak.

Araghchi menegaskan Iran tetap berkomitmen menjaga keamanan navigasi di Selat Hormuz yang selama ini menjadi salah satu jalur perdagangan energi terpenting dunia. Namun, ia juga menuding tindakan militer lanjutan yang dilakukan AS menjadi salah satu faktor yang menghambat implementasi kesepakatan sebelumnya.

Meski demikian, Teheran disebut masih membuka ruang diplomasi untuk menyelesaikan ketegangan yang terjadi. Iran berharap adanya jaminan yang dinilai kredibel agar tidak terjadi aksi militer baru dari AS sebelum putaran perundingan berikutnya dimulai.

Pernyataan tersebut menjadi sinyal terbaru mengenai peluang meredanya ketegangan di kawasan Teluk. Pasalnya, stabilitas Selat Hormuz memiliki pengaruh besar terhadap arus perdagangan global, khususnya distribusi minyak dan gas dari kawasan Timur Tengah ke berbagai negara.***

Pos terkait