Fajarasia.id – Universitas Nusa Cendana (Undana), Kupang, Nusa Tenggara Timur, menginvestigasi kasus yang menimpa seorang mahasiswi Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) yang diduga mengalami tekanan psikologis setelah ujian hasil skripsinya batal digelar. Peristiwa yang terekam dalam video dan viral di media sosial itu memicu sorotan terhadap layanan akademik di lingkungan kampus.
Mahasiswi bernama Jessica Sofia Tunardjo terlihat histeris hingga tergeletak di lantai sesaat sebelum jadwal ujian hasil skripsi. Dalam video berdurasi 31 detik yang beredar luas, beberapa orang tampak berusaha menenangkan Jessica yang terus menangis dan berteriak.
Narasi yang beredar di media sosial menyebutkan bahwa beberapa saat sebelum ujian berlangsung, Jessica dihubungi oleh salah seorang dosen penguji yang meminta agar susunan penguji diubah. Perubahan mendadak tersebut disebut membuat kondisi psikologis mahasiswa terguncang hingga akhirnya harus mendapat pendampingan dari keluarga.
Unggahan yang sama juga mengklaim Jessica sebelumnya telah beberapa kali mengalami penundaan ujian proposal. Namun, informasi tersebut masih menjadi bagian dari materi yang sedang didalami pihak universitas dan belum dapat dipastikan kebenarannya.
Menanggapi ramainya perhatian publik, Wakil Rektor IV Undana, Philiphi de Rozari, memastikan kampus telah membentuk tim untuk menelusuri seluruh fakta terkait insiden tersebut. Ia meminta masyarakat menunggu hasil investigasi agar informasi yang disampaikan tetap akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Pada prinsipnya kami masih dalam proses investigasi terkait kejadian tersebut. Kami akan menyampaikan informasi yang benar setelah seluruh proses selesai,” ujarnya dalam konferensi pers, Jumat (31/7).
Philiphi menegaskan, hasil investigasi akan menjadi bahan evaluasi menyeluruh bagi universitas dalam meningkatkan kualitas pelayanan akademik kepada mahasiswa. Jika ditemukan adanya pelanggaran terhadap aturan atau prosedur, kampus tidak menutup kemungkinan menjatuhkan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku, termasuk sanksi berat.
Sementara itu, Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat Undana, Apris Adu, menjelaskan Jessica merupakan mahasiswi semester 10 yang telah menyelesaikan seluruh mata kuliah dan dinyatakan lulus ujian proposal. Dengan demikian, tahapan akademik yang tersisa hanyalah ujian hasil dan ujian skripsi sebagai syarat penyelesaian studi.
Kasus ini menjadi perhatian luas di media sosial karena dinilai mencerminkan pentingnya kepastian jadwal akademik serta komunikasi yang baik antara dosen dan mahasiswa. Di sisi lain, peristiwa tersebut juga mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan mental mahasiswa, terutama ketika menghadapi tahapan akhir penyelesaian studi.
Hingga kini, proses investigasi masih berlangsung. Pihak Undana menyatakan akan menyampaikan hasil pemeriksaan secara terbuka setelah seluruh fakta berhasil dihimpun dan diverifikasi.****





