Iran Raup Rp322,59 Triliun dari Penjualan Minyak Saat Perang

Iran Raup Rp322,59 Triliun dari Penjualan Minyak Saat Perang

Fajarasia.id  –  Menteri Perminyakan Iran, Mohsen Paknejad, mengungkapkan negaranya berhasil menjual minyak mentah senilai US$ 11,5 miliar selama perang dengan Amerika Serikat. Angka tersebut belum termasuk tambahan US$ 6,5 miliar sepanjang periode gencatan senjata. Dengan demikian, total penjualan mencapai sekitar US$ 18 miliar atau setara Rp 322,59 triliun (kurs Rp17.922/US$).

Menurut Paknejad, penjualan itu menyumbang lebih dari 60 persen pendapatan minyak yang diproyeksikan dalam anggaran tahunan Iran. Ekspor meningkat karena risiko terhadap lalu lintas kapal tanker menurun, sehingga memungkinkan penjualan sebagian dari 100 juta barel minyak mentah dan kondensat gas yang disimpan.

Pada Jumat (24/7), Iran juga menandatangani perjanjian energi senilai US$ 4 miliar dengan perusahaan-perusahaan Rusia untuk mengembangkan tujuh ladang minyak. Kesepakatan ini ditegaskan dalam pertemuan Paknejad dengan Wakil PM Rusia Alexander Novak, yang dikenal sebagai tokoh penting hubungan Moskow dengan OPEC.

Langkah tersebut berlangsung di tengah ketegangan internal OPEC+, ketika sejumlah anggota mendorong peningkatan produksi minyak. Situasi ini diperparah oleh seruan Presiden AS Donald Trump agar OPEC menurunkan harga minyak, sejalan dengan kebijakan “tekanan maksimum” terhadap Iran.

Selain itu, Iran dan Rusia juga mengumumkan rencana pasokan 1,8 miliar meter kubik gas alam ke Teheran tahun ini oleh perusahaan Gazprom. Kesepakatan tersebut masih dalam tahap finalisasi.

Dengan capaian penjualan minyak dan kerja sama energi bersama Rusia, Iran menunjukkan bahwa meski berada dalam tekanan konflik, negara itu tetap mampu menjaga aliran pendapatan strategis sekaligus memperkuat hubungan dengan sekutu utamanya.***

Pos terkait